Makalah tentang PSAK no 4 , 22 & 46

 

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN No. 4 , 22 & 23

 

  1. PSAK No. 4 ( Revisi 2009)

“ LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN dan LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI ”

 

  • PENDAHULUAN

Ruang Lingkup

Pernyataan ini diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk. Pernyataan ini tidak berhubungan dengan metode akuntansi untuk kombinasi bisnis dan dampaknya dalam konsolidasi, termasuk goodwill yang muncul dari kombinasi bisnis (lihat PSAK 22: Kombinasi Bisnis).Pernyataan ini juga diterapkan dalam akuntansi untuk investasi pada entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi ketika suatu entitas menyajikan laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan.

Definisi

Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini:

  • Laporan keuangan konsolidasian adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal.
  • Pengendalian adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas tersebut.
  • Kelompok usaha adalah suatu entitas induk dan seluruh entitas anaknya.
  • Kepentingan nonpengendali adalah ekuitas entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas induk.
  • Entitas induk adalah suatu entitas yang mempunyai satu atau lebih entitas anak.
  • Laporan keuangan tersendiri adalah laporan keuangan yang disajikan oleh entitas induk yang mencatat investasi pada entitas anak, entitas asosiasi, dan pengendalian bersama entitas berdasarkan kepemilikan ekuitas langsung bukan berdasarkan pelaporan hasil dan aset neto investee.
  • Entitas anak adalah suatu entitas, termasuk entitas bukan perseroan terbatas seperti persekutuan, yang dikendalikan oleh entitas lain (dikenal sebagai entitas induk)
  • PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Entitas induk menyajikan laporan keuangan konsolidasian yang mengonsolidasikan investasinya dalam entitas anak sesuai. Pernyataan ini.Entitas induk yang menyajikan laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan

  • RUANG LINGKUP LAPORAN KEUANGAN KONSILIDASIAN

Laporan keuangan konsolidasian meliputi seluruh entitas anak dari entitas induk. Pengendalian dianggap ada ketika entitas induk memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak lebih dari setengah kekuasaan suara suatu entitas, kecuali

dalam keadaan yang jarang dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian. Pengendalian juga ada ketika entitas induk memiliki setengah atau kurang kekuasaan suara suatu entitas jika terdapat:

  • kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain;
  • kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;
  • kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar dewan direksi atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui dewan atau organ tersebut; atau
  • kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat dewan direksi atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui direksi atau organ

Entitas mungkin memiliki waran saham, opsi beli saham,instrumen utang atau instrumen ekuitas yang dapat dikonversi menjadi saham biasa, atau instrumen sejenis lainnya yang mempunyai potensi (jika dilaksanakan atau dikonversi) untuk menambah

kekuasaan suara kepada entitas atau mengurangi kekuasaan suara dari pihak lain atas kebijakan keuangan dan operasional entitas lain (hak suara potensial). Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial yang saat ini dapat dilaksanakan atau dikonversi, termasuk hak suara potensial yang dimiliki oleh entitas lain, dipertimbangkan ketika menilai apakah suatu entitas mempunyai kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas lain. Hak suara potensial yang saat ini tidak dapat dilaksanakan atau dikonversi jika, misalnya, hak suara tersebut tidak dapat dilaksanakan atau

dikonversi sampai dengan suatu tanggal di masa depan atau sampai terjadinya suatu peristiwa di masa depan

  • PROSEDUR KONSOLIDASI

 

Dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian,entitas menggabungkan laporan keuangan entitas induk dan entitas anak satu per satu dengan menjumlahkan pos-pos sejenis dari aset, kewajiban, ekuitas, penghasilan, dan beban. Agar laporan keuangan konsolidasian dapat menyajikan informasi keuangan dari kelompok usaha tersebut sebagai entitas ekonomi tunggal, dilakukan langkah-langkah berikut:

  • jumlah tercatat investasi entitas induk pada setiap entitas anak dengan porsi entitas induk atas ekuitas entitas anak dieliminasi
  • kepentingan nonpengendali atas laba atau rugi entitas anak yang dikonsolidasikan selama periode pelaporan diidentifi kasi;
  • kepentingan nonpengendali dari bagian kepemilikan entitas induk atas aset neto entitas anak yang dikonsolidasikan diidentifikasi secara terpisah. Kepentingan nonpengendali atas aset neto terdiri dari:
  • jumlah kepentingan nonpengendali pada tanggal kombinasi bisnis awal yang dihitung sesuai PSAK 22; dan
  • bagian kepentingan nonpengendali atas perubahan ekuitas sejak tanggal kombinasi tersebut

Saldo, transaksi, penghasilan, dan beban intra kelompok usaha dieliminasi secara penuh. Saldo dan transaksi intra kelompok usaha, termasuk penghasilan, beban dan dividen, dieliminasi secara penuh. Keuntungan dan kerugian hasil dari transaksi intra kelompok usaha yang diakui dalam aset, misalnya persediaan dan aset tetap, dieliminasi secara penuh. Kerugian intra kelompok usaha mungkin mengindikasikan suatu penurunan nilai yang mensyaratkan pengakuan dalam laporan keuangan konsolidasian. PSAK 46: Pajak Penghasilan diterapkan untuk perbedaan temporer yang timbul dari eliminasi keuntungan dan kerugian hasil dari transaksi intra kelompok usaha.

Laporan keuangan entitas induk dan entitas anak yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian disusun dengan tanggal yang sama. Jika akhir periode pelaporan entitas induk berbeda dengan entitas anak, maka entitas anak menyusun laporan keuangan tambahan dengan tanggal yang sama dengan laporan keuangan entitas induk untuk tujuan konsolidasi, kecuali tidak praktis. Jika, sesuai dengan paragraf 19, laporan keuangan entitas anak yang digunakan dalam peyusunan laporan keuangan konsolidasian disusun dengan tanggal yang berbeda dengan laporan keuangan entitas induk, maka penyesuaian dilakukan atas dampak transaksi atau peristiwa signifikan yang terjadi antara tanggal laporan keuangan entitas anak dengan tanggal laporan keuangan entitas induk. Dalam hal ini, perbedaan antara akhir periode pelaporan entitas anak dengan entitas induk tidak lebih dari tiga bulan. Lamanya periode pelaporan dan perbedaan antar akhir periode pelaporan adalah sama dari periode ke periode.

  • KEHILANGAN PENGENDALI

 

Entitas induk dapat kehilangan pengendalian atas entitas anak dengan atau tanpa perubahan absolut atau relatif tingkat kepemilikan. Hal ini terjadi, misalnya, ketika entitas

anak menjadi subyek pengendalian pemerintah, pengadilan, administrator, atau regulator. Hal ini dapat terjadi pula sebagai akibat suatu perjanjian kontraktual.Entitas induk mungkin kehilangan pengendalian dalam dua atau lebih perjanjian (transaksi). Meskipun, terkadang beberapa keadaan mengindikasikan

bahwa lebih dari satu perjanjian seharusnya dicatat sebagai transaksi tunggal. Dalam menentukan apakah perjanjian tersebut sebagai transaksi tunggal, entitas induk mempertimbangkan seluruh syarat dan kondisi perjanjian dan dampak ekonominya. Satu atau lebih hal berikut ini mengindikasikan bahwa entitas induk mencatat lebih dari satu perjanjian sebagai transaksi tunggal:

  • Perjanjian tersebut disepakati pada waktu yang sama atau terkait satu dengan yang lain.
  • Perjanjian tersebut membentuk suatu transaksi tunggalyang didesain untuk mencapai suatu dampak komersial secara keseluruhan
  • Keterjadian satu perjanjian tergantung pada keterjadian perjanjian lain.
  • Satu perjanjian yang berdiri sendiri tidak dapat dijustifikasi secara ekonomi, tetapi perjanjian tersebut dapat dijustifi kasi secara ekonomi jika bergabung dengan perjanjian lain. Misalnya, ketika saham dijual di bawah harga pasar dan dikompensasikan dengan penjualan berikutnya di atas harga pasar

 

  • AKUNTANSI INVESTASI PADA ENTITAS ANAK, PENGENDALIAN BERSAMA ENTITAS, DAN ENTITAS ASOSIASI DALAM LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI

Jika entitas induk menyusun laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan, maka entitas induk tersebut mencatat investasi pada entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi pada:

  • biaya perolehan; atau
  • (b) sesuai PSAK 55.

Entitas menerapkan akuntansi yang sama untuk setiap kategori investasi. Investasi yang dicatat pada biaya perolehan dicatat sesuai dengan PSAK 58: Aset

Tidak Lancar Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan ketika investasi tersebut diklasifi kasikan sebagai dimiliki untuk dijual (atau termasuk kelompok lepasan yang diklasifi kasikan sebagai dimiliki untuk dijual) sesuai dengan PSAK 58. Pengukuran investasi yang dicatat sesuai dengan PSAK 55 tidak berubah dalam keadaan yang demikian.

Entitas induk mengakui dividen dari entitas anak, pengendalian bersama entitas, atau entitas asosiasi pada laporan laba rugi dalam laporan keuangan tersendiri ketika hak menerima dividen ditetapkan.

Ketika entitas induk mereorganisasi struktur kelompok usahanya dengan membentuk suatu entitas baru sebagai entitas induk yang memenuhi kriteria berikut:

  • entitas induk baru memiliki pengendalian atas entitas induk awal dengan menerbitkan instrumen ekuitas yang ditukarkan dengan instrumen ekuitas entitas induk awal;
  • aset dan kewajiban kelompok usaha baru dan kelompok usaha awal adalah sama segera sebelum dan setelah reorganisasi; dan
  • pemilik entitas induk awal sebelum reorganisasi mempunyai bagian yang sama secara absolut dan relatif atas aset neto kelompok usaha awal dan kelompok usaha baru segera sebelum dan setelah reorganisasi; dan entitas induk baru mencatat investasinya dalam entitas induk awal sesuai dengan paragraf 35 (a) dalam laporan keuangan tersendiri, maka entitas induk baru mengukur biaya perolehan pada

nilai tercatat atas bagiannya atas pos-pos ekuitas dalam laporan keuangan tersendiri entitas induk awal pada tanggal akuisisi.

Serupa dengan hal tersebut, entitas yang bukan entitas Induk mungkin mendirikan entitas baru sebagai entitas induk yang memenuhi kriteria paragraf 37. Persyaratan dalam paragraf 37 diterapkan sama dengan reorganisasi tersebut. Dalam kasus tersebut, “entitas induk awal” dan “kelompok usaha awal” merujuk pada “entitas awal ”. Investasi dalam pengendalian bersama entitas dan entitas asosiasi yang dicatat sesuai dengan PSAK 55 dalam laporan keuangan konsolidasian dicatat dengan cara yang sama dalam laporan keuangan tersendiri investor

  • PENGUNGKAPAN

Pengungkapan berikut dibuat dalam laporan keuangan konsolidasian:

  • sifat hubungan antara entitas induk dan suatu entitas anak jika entitas induk tidak memiliki (secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak) lebih dari setengah kekuasaan suara;
  • alasan mengapa kepemilikan (secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak) lebih dari setengah kekuasaan suara atau kekuasaan suara potensial atas investee tidak diikuti dengan pengendalian;
  • akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak jika laporan keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda;
  • sifat dan luas setiap restriksi signifikan (misalnya akibat dari perjanjian pinjaman yang diterima atau persyaratan regulator) dalam kemampuan entitas anak untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk deviden tunai, atau pembayaran kembali pinjaman atau uang muka;
  • suatu rincian yang menunjukan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk; dan
  • jika pengendalian atas entitas anak hilang, maka entitas induk mengungkapkan keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui sesuai dengan paragraf 31, dan:
  • porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan sisa investasi pada entitas anak terdahulu dengan nilai wajar pada tanggal hilangnya pengendalian, dan
  • pos keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif (jika tidak disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi komprehensif).

Ketika entitas induk menyusun laporan keuangan tersendiri, maka laporan keuangan tersendiri tersebut mengungkapkan:

  • laporan keuangan tersebut adalah laporan keuangan tersendiri yang merupakan informasi tambahan dalam laporan keuangan konsolidasian;
  • daftar investasi yang signifi kan dalam entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi, termasuk nama, negara atau tempat kedudukan, proporsi kepemilikan, dan proporsi hak suara yang dimiliki (jika berbeda); dan
  • penjelasan tentang metode yang digunakan untuk mencatat investasi yang terdaftar di (b).
  1. PSAK No. 22 (Revisi 2009)

“ PENDAPATAN ”

 

  • RUANG LINGKUP

 

Pernyataan ini diterapkan dalam akuntansi pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian berikut ini:

  • Penjualan barang

Barang meliputi barang yang diproduksi oleh entitas untuk dijual dan barang yang dibeli untuk dijual kembali.

  • Penjualan jasa

Menyangkut pelaksanaan tugas yang telah disepakati secara kontraktual untuk dilaksanakan selama suatu periode waktu.

  • Penggunaan asset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan pendapatan:
  • Bunga yaitu pembebanan unutk menggunakan kas atau setara dengan kas atau jumlah terutang kepada entitas
  • b)    Royalty yaitu untuk menggunakan asset jangka panjang entitas, misalnya paten, merek dagang, hak cipta, dan piranti lunak computer.
  • c)    Deviden yaitu distribusi laba kepada pemegang investasi ekuitas dengan proporsi kepemilikan mereka atas kelompok modal tertentu
  • Pernyataan ini tidak mengatur tentang pendapatan yang timbul dari:
  • Perjanjian sewa
  • Dividen yang timbul dari investasi yang diperlakukan dengan metode ekuitas
  • Kontrak asuransi
  • Perubahan nilai wajar dari asset dan liabilitas keuangan atau pelepasannya
  • Perubahan nilai asedt lancer lain
  • Ekstrasi hasil tambang
  • DEFINISI

 

Berikut adalah  pengertian istilah yang digunakan dalam peryataan ini :

  • Nilai wajaradalah jumlah suatu asset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas  diselesaikan antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transksi yang wajar.
  • Pendapatanadalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.

Pendapatan hanya meliputi arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang diterima dan dapat diterima oleh entitas itu sendiri. Dalam hubungan keagenan, arus masuk bruto manfaat ekonomi mencakup jumlah yang ditagih untuk kepentingan principal dan tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas entitas. Jumlah yang ditagih atas nama principal bukan merupakan pendapatan, sebaliknya, pendapatan adalah jumlah komisi yang diterima.

  • PENGUKURAN PENDAPATAN

Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima.Jika arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan, maka nilai wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah nominal kas yang diterima atau dapat diterima penerimaan antara nilai wajar dan jumlah nominal dari imbalan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga sesuai dengan paragraph 28 dan 29 dan sesuai dengan PSAK 55(Revisi 2006)“ lindungi nilai atas nilai wajar. Laba atau rugi dari suatu instrument derivative yang diberlakukan sebagai dan memnuhi persyaratan sebagai instrument lindung nilai Jika nilai wajar dari barang atau jasa yang diterima tidak dapat diukur secara andala, maka pendapatan tersebut diukur pada nilai wajar dari barang dan jasa yang diserahkan, disesuaikan dengan jumlah kas atau setara kas yang dialihkan

  • PENGIDENTIFIKASIAN TRANSAKSI

 

Pengidentifikasian transaksi terbagi menjadi 2 kriteria , yaitu :

  • Kriteria pengakuan diterapka secara terpisah  pada setiap transaksi
  • Kriteria pengakuan pendapatan diterapkan pada komponen-komponen yang dapat diindentifikasikan secara terpisah dari transaksi tunggal agar mencerminkan subtansi transaksi tersebut
  • PENJUALAN BARANG

Pendapatan dari penjualan barang diakui jika seluruh kondisi berikut dipenuhi:

  • Entitas telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan kepada pembeli; Artinya penjual tidak lagi tau menahu mengenai manfaat dan resiko atas barang yang dijual hal ini melalui kesepakaantan  dengan pembeli
  • Entitas tidak lagi melanjutkan pengolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atas barang ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual. Maksudnya penjual tidak lagimerawat mengatur dan tindakkan lainnya terhadap barang yang telah dijual.
  • Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal
  • Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang dihubungkan dengan transaksi akan mengalir kepada entitas tersebut
  • Biaya yang terjadi atau akan terjadi sehubungan dengan trasaksi penjualan dapat diukur dengan andal

Untuk mengetahui pada saat kapan penjualan sudah dapat mengakui tergantung dari perjanjian jual beli yang sudah disepakati antara kedua belah pihak.

Contoh Jurnal bagi si pembeli:

Persedian        xxxxx

Ppn masukan   xxxxx

Hutang usaha            xxxxx

Discount pembelian   xxxxx

Bila salah satu kriteria diatas tidak dipenuhi, maka pengakuan pendapatan harus ditangguhkan.pendapatan tidak diakui apabila entitas tersebut menahan resiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan dalam berbagai cara, misalnya:

  • Jika perusahaan menahan kewajibannya sehubungan dengan pelaksanaan suatu hal yang tidak memuaskan yang tidak dijamin oleh ketentuan jaminan normal
  • Jika penerimaan pendapatan dari penjualan bergantung pada pendapatan pembelian dari penjualan barang yg bersangkutan
  • Jika pengiriman barang bergantung pada intalasinya dan instalasi tersebut merupakan bagian signifikan dari kontrak yang belum diselesaikan oleh entitas; dan
  • Jika pembeli berhak membatalkan pembelian berdasarkan alas an ayng ditentukan dalam kontrak dan entitas tidak dapat memastikan apakah akan jadi retur.
  • PENJUALAN JASA

 

Jika hasil transaksi penjualan jasa dapat diestimasi secara andal, maka pendapatan sehubungan dengan transaksi tersebut di akui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada akhir acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada akhir periode pelaporan. Hasil transaksi dapat diestimasi secara andal jika seluruh kondisi berikut dipenuhi:

  1. Jumlah pendaptan dapat diukur secara andal
  2. B)   Kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan mengalir ke entitas
  3. C)   Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara andal; dan
  4. D)   Biaya yang timbul untuk transaksi dan biaya untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur secara andal

Pengakuan pendapatan dengan mengacu pada tingkat penyelesaian dari suatu transaksi sering disebut sebagai metode sebagai metode persentase penyelesaian.  Dengan metode ini, pendapatan diakui dalam periode akuntansi pada saat jasa diberikan.  Pengakuan pendapatan atas dasar ini memberikan informasi yang berguna mengenai tingkat kegiatan jasa dan kinerja dalam suatu periode.  PSAK 34

Akuntansi Kontrak Kontruksi juga mensyaratkan pengakuan pendpatan berdasarkan hal ini.  Persyaratan PSAK 34 secara umum berlaku untuk pengakuan pendapatan dan beban terkait untuk transaksi yang melibatkan pemeberian jasa. PSAK 34 Akuntansi Kontrak Konstruksi (Accounting for Construction Contracts)

“Bila hasil (outcome) kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal, pendapatan kontrak dan biaya kontrak yang berhubungan dengan kontrak konstruksi harus diakui masing-masing sebagai pendapatan dan beban dengan memperhatikan tahap penyelesaian aktivitas kontrak pada tanggal neraca”

 

Entitas pada umumnya dapat membuat estimasi andal setelah entitas

mencapaipersetujuan dengan pihak lain mengenai hal-halberikut dalam transaksi:

  • Hak masing-masing pihak yang pelaksanaannya dapat dipaksakan secara hokum terkait dengan jasa yang diberikan dan terima pihak tersebut;
  • Imbalan yang dipertukarkan dan
  • Cara dan persyaratan penyelesaian.

Tingkat penyelesaian suatu transaksi dapat ditentukan dengan berbagai metode, tergantung pada sifat transaksi, metode tersebut dapat meliputi:

  • Survey pekerjaan yang telah dilaksanakan
  • Jasa yang dilakukan atau
  • Proporsi biaya yang timbul hingga tanggal tertentu dibagi estimasi total biaya transaksi tersebut. Hanya biaya yang mencerminkan jasa yang dilaksanankan hingga tanggal tertentu dimasukkan dalambiaya yang terjadi hingga tanggal tersebut. Hanya biaya yang mencerminkanjasa yang dilakukan atau akan dilakukan dimasukkan kedalam estimasi total biaya transaksi tersebut.

Pembayaran berkala dan uang muka yang diterima dari pelanggan sering kali tidak mencerminkan jasa yang dilakukan.

Jika hasil transaksi terkait dengan penjualan jasa tidak dapat diestimasisecara andal, maka pendapatan diakui hanya yang berkaitan dengan beban yang telah diakui yang dapat dipulihkan.

  • BUNGA, ROYALTI dan DEVIDEN

 

Pendapatan dari penggunaan asset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalty, dan deviden jika:

  • Kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan traansaksi tersebut akan mengalir ke entitas;
  • Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal

Pengakuan Pendapatan diakui dengan dasar sebagai berikut:

  • Bunga diakui menggunakan suku bunga efektif sesuai PSAK 55 (revisi 2006) paragraph 08 dan PA 17-20
  • Royalty diakui dengan dasar akural sesuaidengan subtansi perjanjian yang relevan
  • Deviden diakui jika hak pemegang saham untuk menerima pembayaran ditetapkan
  • PENGUNGKAPAN

 

Entitas mengungkapkan :

  • Kebijakan akuntansi yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, termasuk metode yang digunakan untuk menentukan tingkat penyelesaian transaksi penjualan jasa
  • Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode tersbut, termasuk pendapatan yang berasal dari:
  • Penjulan barang
  • Penjualan jasa
  • Bunga
  • Royalty
  • Deviden
  • Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan

Secara garis besar PSAK 23( revisi 2010)  dengan PSAK 23 ( revisi 1994) tidak mempunyai banyak perubahan  namun PSAK 23 (revisi 2010) sudah dilengkapi lampiran yang mengadopsi Appendix IAS 18 REVENUE.

  1. PSAK No. 46 ( Revisi 2010 )

“ PAJAK PENGHASILAN “

 

  • RUANG LINGKUP

Pernyataan ini diterapkan untuk akuntansi pajak penghasilan, yaitu :

  • Pajak penghasilan dalam negeri
  • Pajak penghasilan luar negeri
  • Pemotongan pajak yang terutang oleh entitas anak
  • Pemotongan pajak yang terutang oleh entitas asosiasi
  • Ventura bersama atas distribusi kepada entitas pelapor

Pernyataan ini tidak berlaku pada

  • Metode akuntansi untuk hibah pemerintah
  • Kredit pajak investasi
  • DEFINISI

 

Berikut adalah istilah yang digunakan dalam pernyataan dibawah ini :

  • Asset pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode masa depan sebagai akibat adanya:
  • perbedaan temporer yang boleh dikurangkan;
  • akumulasi rugi pajak belum dikompensasi; dan
  • akumulasi kredit pajak belum dimanfaatkan, dalam hal peraturan perpajakan mengizinkan
  • Beban pajak ( penghasilan pajak ) adalah jumlah agregat pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam menentukan laba atau rugi pada satu periode.
  • Dasar pengenaan pajak atau asset atau liabilitas adalah nilai yang terkait dengan aset atau liabilitas untuk tujuan pajak.
  • Laba akuntansi adalah laba atau rugi selama satu periode sebelum dikurangi beban pajak.
  • Laba kena pajak atau laba fiskal (rugi pajak atau rugi fiskal) adalah laba (rugi) selama satu periode yang dihitung berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh Otoritas Pajak atas pajak penghasilan yang terutang (dilunasi).
  • Liabilitas pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan terutang pada periode masa depan sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak.
  • Pajak penghasilan adalah pajak yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan pajak ini dikenakan atas laba kena pajak entitas.
  • Pajak penghasilan final adalah pajak penghasilan yang bersifat final, yaitu bahwa setelah pelunasannya, kewajiban pajak telah selesai dan penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan final tidak digabungkan dengan jenis penghasilan lain yang terkena pajak penghasilan yang bersifat tidak final. Pajak jenis ini dapat dikenakan terhadap jenis penghasilan, transaksi, atau usaha tertentu.
  • Pajak kini adalah jumlah pajak penghasilan yang terutang (dilunasi) atas laba kena pajak (rugi pajak) untuk satu periode.
  • Perbedaan temporer adalah perbedaan antara jumlah tercatat aset atau liabilitas pada posisi keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya. Perbedaan temporer dapat berupa:
  • Perbedaan temporer kena pajak adalah perbedaan temporer yang menimbulkan jumlah kena pajak dalam penghitungan laba kena pajak (rugi pajak) periode masa depan pada saat jumlah tercatat aset atau liabilitas dipulihkan atau diselesaikan.
  • Perbedaan temporer dapat dikurangkan adalah perbedaan temporer yang menimbulkan jumlah yang dapat dikurangkan dalam penghitungan laba kena pajak (rugi pajak) periode masa depan pada saat jumlah tercatat aset atau liabilitas dipulihkan atau diselesaikan
  • PENGAKUAN ASET PAJAK KINI DAN LIABILITAS PAJAK KINI

Jumlah pajak kini untuk periode kini dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. Apabila jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode kini dan periode-periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yangerutang untuk periode-periode tersebut, maka selisihnya diakui sebagai asset.

Manfaat yang berkaitan dengan rugi pajak yang dapat ditarik kembali untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya harus diakui sebagai aset.

Apabila kerugian pajak digunakan untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya, maka entitas mengakui manfaat tersebut sebagai aset pada periode di mana rugi pajak terjadi karena terdapat kemungkinan manfaat diterima entitas. dan manfaat tersebut dapat diukur secara andal.

  • PENGAKUAN ASET PAJAK TANGGUHAN DAN LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN

 

  • Perbedaaan Temporer Kena Pajak

Semua perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali jika timbul perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari:

  • pengakuan awal goodwill; atau
  • pada saat pengakuan awal aset atau liabilitas dari suatu transaksi yang:
  • bukan transaksi kombinasi bisnis; dan
  • pada saat transaksi, tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak (rugi pajak).

Namun, untuk perbedaan temporer kena pajak terkait dengan investasi pada entitas anak, cabang dan entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam ventura bersama, maka liabilitas pajak tangguhan harus diakui sesuai dengan paragraf 40.

  • Kombinasi Bisnis

Dengan pengecualian   terbatas, aset    teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas diambil-alih dalam kombinasi bisnis diakui dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perbedaan temporer timbul apabila dasar pengenaan pajak asset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas diambil-alih tidak terpengaruh oleh kombinasi bisnis atau terpengaruh dengan cara berbeda.

  • Asset Tercatat pada Nilai Wajar

PSAK mengizinkan atau menetapkan aset tertentu dicatat pada nilai wajar atau dinilai kembali (lihat, contohnya, PSAK 16 (revisi 2007): Aset Tetap, PSAK 19 (revisi 2010): Aset Takberwujud, PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran dan PSAK 13 (revisi 2007): Properti Investasi). Dalam hal revaluasi atau penyajian

kembali aset pada nilai wajarnya mempengaruhi laba kena pajak (rugi pajak) untuk periode kini dasar pengenaan pajakset disesuaikan sehingga tidak ada perbedaan temporer. Namun demikian, apabila revaluasi atau penyajian kembali aset tidak mempengaruhi laba kena pajak pada periode revaluasi atau penyajian kembali, dasar pengenaan pajak aset tidak disesuaikan sehingga terdapat perbedaan temporer.

  • Goodwill

Goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis diukur sebagai selisih lebih (a) atas (b) di bawah ini:

(a) nilai agregat dari:

(i) imbalan yang dialihkan yang diukur sesuai dengan      PSAK 22 (revisi 2010): Kombinasi Bisnis yang pada umumnya mensyaratkan nilai wajar pada tanggal-akuisisi;

(ii) jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi sesuai dengan PSAK 22; dan

(iii) dalam kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang diakusisi

(b)        selisih  jumlah dari asset teridentifikasi           yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih pada tanggal akuisisi sesuai dengan PSAK 22.

Mungkin saja peraturan pajak tidak memperkenankan pengurangan pada jumlah tercatat goodwill sebagai beban yang dikurangkan dalam menentukan laba kena pajak dan biaya perolehan goodwill sering tidak dapat dikurangkan apabila entitas anak melepas usahanya. Dalam kondisi tersebut goodwill memiliki dasar pengenaan pajak nihil. Adanya perbedaan antara jumlah tercatat goodwill dan dasar

pengenaan pajak nihil adalah perbedaan temporer kena pajak. Namun demikian, Pernyataan ini tidak memperkenankan pengakuan yang dihasilkan oleh liabilitas pajak tangguhan karena goodwill diukur sebagai sisa dan pengakuan liabilitas pajak tangguhan akan meningkatkan jumlah tercatat goodwill.

  • Pengakuan Awal Asset Atau Liabilitas

Perbedaan temporer mungkin timbul pada saat pengakuan awal suatu aset atau liabilitas, sebagai contoh apabila sebagian atau seluruh biaya perolehan suatu aset tidak dapat dikurangkan untuk tujuan pajak. Metode akuntansi untuk perbedaan temporer tersebut, bergantung dari sifat transaksi yang menyebabkan dilakukannya pengakuan awal aset atau liabilitas:

(a) dalam suatu kombinasi bisnis, entitas mengakui liabilitas atau aset pajak tangguhan, dan pengakuan ini mempengaruhi jumlah goodwill atau keuntungan penawaran pembelian yang diakui (lihat paragraf 18);

(b) apabila transaksi tersebut mempengaruhi baik laba

akuntansi maupun laba kena pajak, maka entitas mengakui

aset atau liabilitas pajak tangguhan dan mengakui beban

atau penghasilan pajak tangguhan dalam laporan laba rugi.

(c) Apabila transaksi tersebut bukan kombinasi bisnis dan tidak

mempengaruhi baik laba akuntansi maupun laba kena pajak

maka entitas hendaknya tidak melanggar dari pengecualian

dalam paragraf 14 dan 25, yang mengakui timbulnya

aset atau liabilitas pajak tangguhan dan menyesuaikan

jumlah tercatat aset atau liabilitas dengan jumlah yang

sama. Penyesuaian semacam itu akan membuat laporan

keuangan kurang transparan. Karenanya, Pernyataan ini

tidak mengizinkan entitas mengakui timbulnya aset atau

liabilitas pajak tangguhan baik pengakuan awal maupun

  • Perbedaan Temporer Dapat Dikurangkan

Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan, sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang cukup memadai sehingga perbedaan

temporer dapat dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang:

(a) bukan dari transaksi kombinasi bisnis; dan

(b) pada saat transaksi, tidak mempengaruhi baik laba akuntansi maupun laba kena pajak (rugi pajak)

Namun, untuk perbedaan temporer dapat dikurangkan dihubungkan dengan investasi entitas anak, cabang dan entitas asosiasi, serta bagian partisipasi dalam ventura bersama, maka aset pajak tangguhan harus diakui

  • Goodwill

Apabila jumlah tercatat goodwill yang timbul pada transaksi kombinasi bisnis lebih rendah daripada dasarpengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut menimbulkan aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang ditimbulkan dari pengakuan awal goodwill diakui sebagai bagian akuntansi atas kombinasi bisnis sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak tersedia dalam jumlah yang cukup memadai sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan.

  • Pengakuan Awal Aset atau Liabilitas

Salah satu contoh timbulnya aset pajak tangguhan pada saat pengakuan awal suatu aset adalah ketika hibah pemerintah tidak kena pajak terkait aset dikurangi jumlah tercatat aset tetapi, untuk tujuan pajak, tidak dikurangi dari jumlah disusutkan atas aset tersebut (atau dasar pengenaan pajaknya); jumlah tercatat aset tersebut lebih kecil dari dasar pengenaan pajaknya, sehingga timbul perbedaan temporer dapat dikurangkan.

  • Rugi Pajak Belum Dikompensasi dan Kredit Pajak Belum Dimanfaatkan

Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan apabila besar kemungkinan laba kena pajak masa depan akan memadai untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan.

  • Penilaian Kembali Aset Pajak Tangguhan Tidak Diakui

Pada setiap akhir periode pelaporan, entitas menilai kembali aset pajak tangguhan tidak diakui. Entitas mengakui aset pajak tangguhan tidak diakui sebelumnya apabila kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dipulihkan.

  • Investasi Pada Entitas Anak, Cabang dan Entitas Asosiasi dan Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama .

Entitas mengakui liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer kena pajak terkait dengan investasi pada entitas anak, cabang, dan asosiasi, serta bagian partisipasi dalam ventura bersama, kecuali sepanjang kedua kondisi berikut telah terpenuhi:

(a) entitas induk, investor atau venturer mampu mengendalikan waktu pemulihan perbedaan temporer;

(b) kemungkinkan besar perbedaan temporer tidak akan

terpulihkan di masa depan yang dapat diperkirakan.

Entitas harus mengakui aset pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer dapat dikurangkan yang ditimbulkan dari entitas anak, cabang dan entitas asosiasi, serta bagian partisipasi dalam ventura bersama sepanjang dan hanya sepanjang kemungkinan besar terjadi:

  • perbedaan temporer akan terpulihkan pada masa depan yang dapat diperkirakan; dan

(b) laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang memadai

sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan.

  • PENGUKURAN

 

                Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode kini dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diharapkan untuk dibayar (direstitusi) kepada otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada periode pelaporan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan harus diukur dengan menggunakan tarif pajak yang akan berlaku pada saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, yaitu dengan

tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada periode pelaporan.

Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan harus mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara yang diharapkan entitas, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitas.Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak boleh didiskontokan.

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan harus ditinjau kembali pada akhir periode pelaporan. Entitas mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang cukup memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Pengurangan jumlah tercatat aset pajak tangguhan dilakukan pembalikan apabila kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya cukup memadai.

  • PENGAKUAN PAJAK KINI DAN PAJAK TANGGUHAN

Pos-pos yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban pada laporan laba rugi untuk periode, kecuali apabila pajak penghasilan yang berasal dari:

(a) suatu transaksi atau kejadian yang diakui, pada periode yang sama atau berbeda, di luar laporan laba rugi baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung dalam ekuitas.

(b) kombinasi bisnis

Pos-pos yang Diakui di Luar Laporan Laba rugi

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui di luar laporan laba rugi apabila pajak terkait pada pos-pos tersebut pada periode yang sama atau berbeda, diakui di luar laporan laba rugi. Oleh karena itu, pada periode yang sama atau berbeda, pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan pos-pos yang diakui:

(a) dalam pendapatan komprehensif lain, harus diakui pada

pendapatan komprehensif lain

(b) langsung ke ekuitas, harus diakui langsung pada ekuitas

Pajak Tangguhan yang Berasal dari Kombinasi Bisnis

Perbedaan temporer mungkin timbul dari kombinasi bisnis. Sesuai PSAK 22 (revisi 2010): Kombinasi Bisnis, entitas mengakui setiap aset pajak tangguhan atau liabilitas pajak tangguhan sebagai aset      dan liabilitas teridentifikasi     pada tanggal akuisisi. Oleh karena itu, aset dan liabilitas pajak tangguhan tersebut mempengaruhi jumlah goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon yang diakui entitas. entitas tidak mengakui liabilitas pajak tangguhan yang ditimbulkan dari pengakuan awal goodwill.

Sebagai akibat dari kombinasi bisnis, kemungkinan realisasi suatu aset pajak tangguhan praakuisisi milik pihak pengakuisisi dapat berubah. Pihak pengakuisisi dapat mempertimbangkan kemungkinan pemulihan aset pajak tangguhannya sendiri yang tidak diakui sebelum kombinasi bisnis. Misalnya, pihak pengakuisisi dapat menggunakan manfaat rugi pajak belum dikompensasi terhadap laba kena pajak masa depan.

Pajak Kini dan Pajak Tangguhan yang Berasal dari Transaksi Pembayaran Berbasis Saham

Dalam hal entitas menerima pengurangan pajak (misalnya jumlah yang dapat dikurangkan dalam penghitungan laba kena pajak) terkait dengan remunerasi yang dibayarkan dengan saham, opsi saham atau instrumen ekuitas lain, maka jumlah pengurangan pajak tersebut dapat berbeda dari beban remunerasi kumulatif terkait dan mungkin muncul pada periode akuntansi selanjutnya. Misalnya, dalam hal entitas mengakui beban atas pemakaian jasa pekerja yang diterima

  • PENYAJIAN

 

Saling Hapus

Entitas melakuan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika, entitas:

(a) memiliki hak secara hukum untuk melakukan saling

hapus jumlah yang diakui; dan

(b) berniat untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau

merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara

bersamaan.

 

 

 

 

 

Entitas melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika:

(a) entitas memiliki hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan

(b) aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan atas

  • Entitas kena pajak yang sama
  • entitas kena pajak berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan diselesaikan atau dipulihkan

Beban Pajak

  • Beban Pajak Terkait dengan Laba Rugi dari Aktivitas Normal

Beban (penghasilan) pajak terkait dengan laba rugi dari aktifitas normal disajikan tersendiri pada laporan laba rugi komprehensif.Jika entitas menyajikan komponen laba rugi pada laporan laporan laba rugi secara terpisah seperti dijelaskan dalam PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan paragraf 81, maka beban (penghasilan) pajak terkait dengan laba rugi dari aktivitas normal pada laporan keuangan disajikan terpisah.

  • Selisih Kurs dari Penjabaran Aset atau Liabilitas Pajak Tangguhan yang Berasal dari Luar negeri

Walaupun PSAK 10 (revisi 2010): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing mensyaratkan selisih kurs (exchange difference) tertentu diakui sebagai pendapatan atau beban,    namun Pernyataan tersebut tidak mengatur spesifik          apakah selisih kurs harus disajikan pada laporan laba rugi komprehensif. Oleh karena itu, selisih kurs dari penjabaran aset atau liabilitas pajak tangguhan yang berasal dari penjabaran laporan keuangan entitas asing boleh dikelompokkan ke beban (penghasilan) pajak tangguhan, jika penyajian seperti itu dianggap paling bermanfaat untuk pengguna laporan keuangan.

  • PENGUNGKAPAN

Komponen utama beban (penghasilan) pajak diungkapkan secara terpisah.Komponen beban (penghasilan) pajak meliputi :

  • Beban ( Penghasilan ) Pajak kini
  • penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini yang berasal dari periode sebelumnya
  • jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan baik yang berasal dari timbulnya perbedaan temporer maupun dari realisasinya
  • jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru
  • jumlah manfaat yang ditimbulkan dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya, kredit pajak atau perbedaan temporer periode sebelumnya yang digunakan untuk mengurangi beban pajak kini
  • jumlah manfaat dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya, kredit pajak, atau perbedaan temporer periode sebelumnya yang digunakan untuk mengurangi beban pajak tangguhan
  • beban pajak tangguhan ditimbulkan dari penurunan (write-down), atau penyesuaian kembali penurunan terdahulu atas aset pajak tangguhan
  • jumlah beban (penghasilan) yang berhubungan dengan perubahan kebijakan akuntansi dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi sesuai dengan PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan, dikarenakan tidak dapat dicatat secara retrospektif.

Berikut ini merupakan hal-hal yang juga diungkapkan

secara terpisah:

  • agregat pajak kini dan pajak tangguhan berkaitan dengan transaksi-transaksi yang langsung dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas
  • jumlah pajak penghasilan berkaitan dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain (lihat paragraf 64 dan PSAK 1(revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan);
  • penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dengan laba akuntansi satu sama lain atau kedua bentuk berikut ini:
  • rekonsiliasi angka antara beban (penghasilan) pajak dengan hasil perkalian laba akuntansi dan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar penghitungan tarif pajak yang berlaku; atau
  • rekonsiliasi angka antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar penghitungan tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya
  • penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya;
  • jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan yang tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan pada laporan keuangan;
  • jumlah agregat perbedaan temporer yang dihubungkan dengan investasi pada entitas anak, cabang dan perusahaan asosiasi dan bagian partisipasi dalam ventura bersama atas liabilitas pajak tangguhan yang belum diakui
  • berkenaan dengan setiap tipe perbedaan temporer, dan berkenaan dengan setiap tipe rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan:
  • jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan posisi keuangan selama periode penyajian;
  • jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui pada laba rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset atau liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan posisi keuangan
  • berkenaan dengan operasi yang dihentikan, beban pajak terkait pada:
  • keuntungan atau kerugian atas penghentian operasi
  • laba atau rugi dari aktivitas normal atas operasi yang dihentikan untuk periode, bersamaan dengan jumlah periode akuntansi sebelumnya yang disajikan pada laporan keuangan;
  • jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen pada pemegang saham entitas yang diusulkan atau diumumkan sebelum laporan keuangan diotorisasi untuk diterbitkan tapi tidak diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan;
  • jika suatu kombinasi bisnis di mana entitas adalah pihak pengakuisisi yang menyebabkan perubahan pada jumlah diakui untuk aset pajak tangguhan pra akuisisi jumlah perubahan tersebut
  • jika manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis tidak diakui pada tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal akuisisi uraian kejadian atau perubahaan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan harus diakui.

Entitas mengungkapkan jumlah aset pajak tangguhan dan sifat bukti yang mendukung pengakuannya, jika:

  • penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada apakah laba kena pajak yang dapat dihasilkan pada periode mendatang melebihi laba dari realisasi perbedaan temporer kena pajak yang telah ada; dan
  • entitas telah mengalami kerugian pada periode kini atau periode sebelumnya dimana aset pajak tangguhan terkait.

Dalam keadaan yang seperti dijelaskan pada paragraf entitas harus mengungkapkan sifat konsekuensi pajak penghasilan potensial yang ditimbulkan dari pembayaran dividen pada pemegang sahamnya. Disamping itu, entitas mengungkapkan jumlah konsekuensi pajak penghasilan potensial yang secara praktis dapat ditentukan dan apakah ada konsekuensi pajak penghasilan lainnya yang tidak dapat ditentukan secara praktis

  • PAJAK PENGHASILAN FINAL

Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda dari dasar pengenaan pajaknya maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.

Atas penghasilan yang telah dikenakan PPh final, beban pajak diakui proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode berjalan.

Selisih antara jumlah PPh final yang terutang dengan jumlah yang dibebankan sebagai pajak kini pada perhitungan laba rugi diakui sebagai Pajak Dibayar Dimuka dan Pajak yang Masih Harus Dibayar.

Akun Pajak penghasilan final dibayar dimuka harus disajikan terpisah dari pajak penghasilan final yang masih harus dibayar

  • PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK HAL-HAL KHUSUS

Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (SKP) harus dibebankan sebagai pendapatan atau beban lain-lain pada Laporan Laba Rugi periode berjalan, kecuali apabila diajukan keberatan dan atau banding. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset. Apabila terdapat kesalahan maka perlakuan akuntansinya mengacu pada PSAK 25 (revisi 2010): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan.

Kompetisi Global & Internasionalisasi pasar modal ( Akuntansi Internasional )

KOMPETISI GLOBAL

Salah satu faktor yang turut menyumbangkan makin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global.Penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk memandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai, bukanlah hal yang baru. Hal yang baru ialah standar perbandingan yang kini melampaui batas-batas nasional. Pertanyaan yang relevan untuk kali ini ialah “ apakah saya menambah lebih banyak nilai kepada pelanggan utama saya dibandingkan dengan rekan saya yang berlokasi di negara lain ? ”

Dalam penentuan acuan terhadap pesaing internasional, seseorang harus berhati-hati untuk memastikan bahwa perbandingan yang dilakukan memang benar-benar dapat dibandingkan. Sebagai contoh , alat ukur kinerja yang sering digunakan adalah pengenbalian atas ekuitas (return on equity)

INTERNASIONALISASI PASAR MODAL

Faktor yang mungkin banyak menyita perhatian lebih terhadap akuntansi internasional dikalangan eksekutif perusahaan, investor, regulator pasar, pembuat standar akuntansi, dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia. Menurut data statistic memperlihatkan bahwa dalam arus modal lintas batas Negara telah melonjak menjadi lebih dari dua puluh kali lipat sejak tahun 1990. Sementara itu, nilai penawaran sekuritas internasional

telah melonjak lebih dari empat kali lipat dalam periode yang sama, dan saat ini telah melampaui nilai lebih dari 1,5 triliun dolar.

Penawaran internasional yang berkenaan dengan obligasi, pinjaman modal perusahaan dan prasarana utang lainna, semua ini telah melonjak secara dramatis sejak tahun 1990. Bank investasi Russel, Greenwich Associates, Morgan Stanley, Merril Lynch dan Grail Partners telha meperkirakan bahwa investasi perlindungan dana retail secara mendunia akan mengalami kenaikan hingga 2,5 triliun dolar pada tahun 2010. Seluruh kenaikan ini mewakili sekitar 14.3% dari tingkat perkembangan tahunan gabungan sejak tahun 2005.

Dengan makin terintegrasinya pasar keuangan, kita juga menyaksikan adanya peningkatan dalam jumlah perusahaan yang terdaftar pada berbagai bursa efek di seluruh dunia. Federasi bursa efek dunia (World Federation of Exchange) melaporkan bahwa meskipun jumlah perusahaan domestic yang terdaftar di beberapa tempat meningkat dan ditempat lain justru menurun dalam paruh pertama decade ini, namun demikian tingkat rata-rata volume perdagangan tahunan dari perusahaan yang terdaftar telah melonjak secara signifikan.

Beberapa peningkatan yang terjadi yang paling mengesankan terjadi justru di pasar-pasar keuangan yang sedang berkembang. Transaksi yang terjadi di bursa saham Negara-negara yang secara ekonomi sedang berkembang secara umum melampaui performa transaksi di Negara-negara industry yang telah maju. Sebagai akibatnya, anggapan umum yang lebih menyarankan para investor untuk berinvestasi di negaranya masing masing yelah makin ditinggalkan, dan kini para penanam modal dapat mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari berbagai peluang investasi yang paling menarik dimana pun ia berada.

Tiga wilayah dengan pasar modal terbesar adalah benua amerika, asia-pasifik, dan eropa, termasuk juga didalamnya afrika dan timur tengah. Sejak peristiwa tragis 9/11, pasar modal di seluruh tiga wilayah tersbut telah berkembang secara signifikan. Amerika telah mengalami peningkatan tahunan keseluruhan dengan kisaran 13%, eropa 17,2% dan asia pasifik 20%

  • Amerika : ekonomi AS dan pasar sahamnya mengalami pertumbuhan tanpa henti selama 1990-an. Namun di amerika sekalipun, kuatnya tuntutan kompetisi global juga dirasaka. Komite pengaturan pasar modal yang anggotanya ditunjuk langsung oleh SEC dan juga berkoordinasi dengan dewan keuangan federal pemerintah dan departemen keuangan amerika serikat, telah menetapkan bahwa amerika serikat akan kehilangan pengaruhnya dalam pasar modal dunia kecuali jika amerika merampingkan berbagai ketetapan peraturan permodalanya, yang oleh pasar dras telalu memberatkan.
  • Eropa Barat : adalah wilaya pasar ekuitas terbesar didunia dalam hal kapitalisasi pasar dan volume perdagangan. Perluasan ekonomi secara signifikan turut menyumbangkan pertumbuhan pasar ekuitas eropa yang cepat selama paruh kedua tahun 1990-an. Pasar ekuitas eropa akan terus tumbuh. Reformasi pensiunan, sebagai contoh telah menimbulkan permintaan baru terhadap kesempatan investasi. Arus ekuitas lintas batas meningkat dalam persentase dibandingkan peningkatan arus obligasi lintas batas. Persaingan terus menerus di antara bursa efek eropa ikut berperan dalam membangun kultur pasar modal. Banyak dari regulator sekuritas dan bursa efek di eropa yang telah menetapkan tata peraturan pasar yang lebih ketat dan saat ini justru makin memperkokoh upaya penegakan tata peraturan tersebut.
  • Asia : hingga akhir ini, banyak ahli yang merperkirakan asia akan menjadi wilayah pasar ekuitas kedua terpenting. RRC muncul sebagai perkonomian global utama dan Negara-negara “Macan Asia” mengalami pertumbuhan dan pembangunan yang fenomenal. Namu demikian, prospek pertumbuhan masa depan dalam pasar ekuitas asia tampak kuat. Kapitalisasi pasar sebagai persentase dari produk domestic bruto di asia terbilang rendah dibandingkan dengan di amerika serikat dan beberapa pasar utama eropa. Hal ini menunjukan bahwa pasar ekuitas dapat memainkan peranan yang lebih besar di banyak perekonomian asia.

Etika, Norma, dan Hukum dalam Akuntansi

  1. Etika

Pengertian Etika

  • Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995)  Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat
  • Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral
  • Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”

Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya

  • Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia.
  • Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak.

Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma. Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma agama, norma moral dan norma sopan santun.

o          Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan

o          Norma agama berasal dari agama

o          Norma moral berasal dari suara batin.

o          Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari etika

Fungsi Etika

  1. Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan.
  2. Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.
  3. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralism

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika :

  1. Kebutuhan Individu
  2. Tidak Ada Pedoman
  3. Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi
  4. Lingkungan Yang Tidak Etis
  5. Perilaku Dari Komunitas

Sanksi Pelanggaran Etika :

  1. Sanksi Sosial Skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yangdapat ‘dimaafkan’
  2. Sanksi Hukum Skala besar, merugikan hak pihak lain.

 

Jenis-jenis Etika

  1. Etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar
  2. Etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus.
  • Etika khusus ini masih dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial.
  • Etika sosial dibagi menjadi:
  1. Sikap terhadap sesama;
  2. Etika keluarga
  3. Etika profesi misalnya etika untuk pustakawan, arsiparis, dokumentalis, pialang informasi
  4. Etika politik
  5. Etika lingkungan hidupserta
  6. Kritik ideologi Etika adalah filsafat atau pemikiran kritis rasional tentang ajaran moral sedangka moral adalah ajaran baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dsb. Etika selalu dikaitkan dengan moral serta harus dipahami perbedaan antara etika dengan moralitas.

Kode Etik Ikatan Akuntansi Indonesia terdiri dari 3 bagian yaitu :

  1. Prinsip Etika

Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota.

  1. Aturan Etika

Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan.

  1. Interpretasi Aturan Etika

Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

 

  1. Norma

Norma Pemeriksaan Akuntan

  • Norma Umum

Pemeriksaan harus dilaksanakan oleh seorang atau beberapa orang akuntan publik yang memiliki keahlian dalam bidangnya dan telah menjalani latihan teknis yang cukup. Dalam segala hal yang berhubungan dengan penugasan yang diberikan kepadanya, akuntan publik harus senantiasamempertahankan sikap mental independen. Dalam pelaksanaan pemeriksaan dan penyusunan laporannya, akuntan publik wajib mempergunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.

  • Norma Pelaksanaan Pemeriksaan

Pemeriksaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus dipimpin dan diawasi dengan semestinya. Sistem pengendalian intern yang ada harus dipelajari dan dinilai secukupnya untuk menentukan dapat atau tidaknya sistem tersebut diandalkan sebagai dasar untuk menetapkan luas pengujian yang harus dilakukan serta prosedur pemeriksaan yang akan digunakan..

  • Norma Pelaporan.

Laporan akuntan harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi Indonesia. Laporan akuntan harus menyatakan apakah prinsip akuntansi tersebut dalam periode berjalan telah dilaksanakan secara konsisten dibandingkan dengan periode sebelumnya..

Pengungkapan informasi dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan akuntan. Laporan akuntan harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau memuat suatu penegasan bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pernyataan yang demikian tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dikemukakan. Dalam hal nama akuntan publik dihubungkan dengan laporan keuangan, laporan akuntan harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pemeriksaan yang dilakukan, jika ada, dan tingkat tanggung jawab akuntan yang bersangkutan.

 

  1. HUKUM

Dasar Hukum dan Pelaksanaan Akuntansi

Dasar hukum yang menadasari pelaksanaan akuntansi adalah Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dan Undang-Undang Hukum Perpajakan.

  • Asumsi Dasar Dalam Akuntansi

Asumsi-asumsi dasar merupakan aspek dari lingkungan tempat dimana akuntansi tersebut dilaksanakan. Asumsi-asumsi tersebut antara lain:

  1. Kesatuan Usaha
  2. Keuntungan Usaha
  • Konsep Dasar Dalam Akuntansi

Konsep dasar merupakan pedoman dalam menyusun akuntansi yang akan dilaksanakan. Konsp-konsep tersebut antara lain:

  1. Asas Acrual Basic
  2. Asas Cash Basic
  3. Asas Pembanding Pengeluaran Beban Dengan Penghasilan
  4. Harga Perolehan Historis
  • Tujuan Laporan Keuangan
  1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan.
  2. Memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai.
  3. Menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen.
  • Unsur Laporan Keuangan

Unsur Neraca.

Harta. Adapun pembagian harta adalah sebagai berikut:

  1. a) Harta lanca
  2. b) Investasi Jangka panjang
  3. c) Harta Tetap.
  4. d) Harta Tak Berwujud.

Kewajiban.

Adapun pembagian kewajiban antara lain:

  1. a) Kewajiban jangka pendek
  2. b) Kewajiban jangka panjang.

Modal

Unsur Laporan Laba Rugi.

  1. Pendapatan.

Pendapatan dibagi menjadi Pendapatan Operasional dan Pendapatan Non-Operasional.

  1. Beban.

Beban dibagi menjadi Beban Usaha dan Beban di Luar Usaha.

  1. Unsur Laporan Perubahan Modal
  • Saldo Awal
  • Laba atau rugi.
  • Pengambilan dan setoran modal dari pemilik

Unsur Laporan Arus Kas.

  1. Arus kegiatan dari kegiatan operasi atau usaha.
  2. Arus kas dari kegiatan investor.
  3. Arus kas dari kegiatan pembelanjaan.

Kode Rekening.

Kode rekening adalah kode yang digunakan untuk memudahkan dalam menyusun laporan keuangan secara cepat dan tepat. Cara pemberian kode antara lain dengan cara:

  1. Sistem Numerik
  2. Sistem Desimal.
  3. Sistem Mnemorik.
  4. Sistem Kombinasi Huruf dan Angka

Sumber :

Modul Etika Profesi Akuntansi, Oleh Beny Susanti

http://geelol.wordpress.com/2013/11/18/prinsip-akuntansi-indonesia-    norma-pemeriksaan-akuntan/

http://yuniparmita.wordpress.com/2011/11/25/5/

Menganalisis Kecurangan Pada Profesi Akuntansi

Pendeteksian terhadap kecurangan (fraud) akuntansi dapat di lakukan dengan mendeteksi indikasi kecurangan pada Akun atau elemen laporan keuangan dalam akuntansi dan pada User atau pihak pengguna atu pihak yang berkepentingan dengan Informasi akuntansi. Adapun penjelasan tentang pendeteksian kecurangan (fraud) akuntansi adalah sebagai berikut

Pendeteksian Berdasarkan Akun Atau Elemen Laporan Keuangan Amrizal  (2004)  menguraikan  garis  besar  cara  mendeteksi  kecurangan menurut ACFE adalah sebagai berikut:

  1. Kecurangan Laporan Keuangan (Financial Statement Fraud).

Kecurangan  dalam  penyajian  laporan  keuangan  umumnya  dapat  dideteksi melalui analisis laporan Keuangan sebagai berikut:

  • Analisis vertikal, yaitu teknik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara item-item dalam laporan laba rugi, neraca, atau Laporan arus kas dengan menggambarkannya dalam persentase.
  • Analisis horizontal,

yaitu teknik untuk menganalisis persentase-persentase perubahan item laporan keuangan selama beberapa periode laporan.

  • Analisis  rasio yaitu  alat  untuk mengukur  hubungan  antara  nilai-nilai  item dalam  laporan  keuangan  Sebagai  contoh  adalah  current  ratio,  adanya penggelapan  uang  atau  pencurian  kas  dapat  menyebabkan  turunnya perhitungan rasio tersebut
  1. Penyalahgunaan Aset (Asset Misappropriation)

Variasi pendeteksian kecurangan jenis ini sangat beragam. Pemahaman terhadap pengendalian  intern  atas  pos-pos  tersebut  akan  sangat  membantu  dalam mendeteksi kecurangan. Metode-metode yang bisa digunakan antara lain:

  • Analiytical Review , atas berbagai akun yang mungkin menunjukkan ketidak biasaan atau kegiatan-kegiatan yang tidak diharapkan.
  • Stastitical Sampling Melakukan  sampling  atas  pos-pos  tertentu  yang  dicurigai,  misalnya persediaan. Dokumen  dasar  pembelian  dapat  diuji  secara  sampling  untuk menentukan  ketidakbiasaan  (irregularities),  metode  deteksi  ini  akan  efektif jika ada kecurigaan terhadap satu attributnya, misalnya pemasok fiktif. Suatu daftar alamat PO BOX akan mengungkapkan adanya pemasok fiktif
  • Vendor or outsider Complaints Komplain  /  keluhan  dari  konsumen,  pemasok,  atau  pihak  lain merupakan alat  deteksi  yang  baik  yang  dapat mengarahkan  auditor  untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
  • Site Visite – Observation, Observasi  ke  lokasi  biasanya  dapat  mengungkapkan  ada  tidaknya pengendalian intern di lokasi-lokasi tersebut.
  1. Korupsi (Corruption)

Kecurangan  ini  dapat  dideteksi  melalui  keluhan  dari  rekan  kerja  yang  jujur, laporan dari rekan, atau pemasok yang tidak puas dan menyampaikan komplain ke  perusahaan.  Atas  sangkaan  terjadinya  kecurangan  ini  kemudian  dilakukan analisis terhadap tersangka atau transaksinya. Pendeteksian berdasarkan  User atau Pihak yang berkepentingan dengan Informasi akuntansi Pendeteksian  terjadinya  praktik  kecurangan  bisa  dilakukan  dengan mengenali gejala-gejalanya antara lain:

  • Gejala Kecurangan pada Manajemen, Umumnya agak sulit dideteksi, namun gejalanya dapat dikenali yaitu timbulnya ketidakcocokan  diantara  manajemen  puncak,    rendahnya  moral  dan  motivasikaryawan, Departemen akuntansi  kekurangan staf, tingkat komplain yang tinggiterhadap  organisasi/perusahaan  dari  pihak  konsumen,  pemasok,  atau badanotoritas,  terjadi  kekurangan  kas  secara  tidak  teratur  dan  tidak  terantisipasi, menurunnya    tingkat   penjualan atau  laba  sementara utang dan piutang usaha meningkat, perusahaan mengambil kredit  sampai batas maksimal untuk  jangkawaktu  yang  lama,  terdapat  kelebihan  persediaan  yang  signifikan,  terdapat peningkatan jumlah ayat jurnal penyesuaian pada akhir tahun  buku.
  • Gejala Kecurangan pada Karyawan/Pegawai, Gejala kecurangan yang dilakukan oleh karyawan atau pegawai dapat dikenali antara lain yaitu pembuatan ayat  jurnal penyesuaian tanpa otorisasi manajemen dan  tanpa  perincian/penjelasan  pendukung,  melakukan  pengeluaran  tanpa dokumen  pendukung,  pencatatan  yang  salah/tidak  akurat  pada  buku jurnal/besar,  penghancuran,  penghilangan,  pengrusakan  dokumen  pendukung pembayaran, kekurangan barang yang diterima, kemahalan harga barang yang dibeli, munculnya faktur ganda, penggantian mutu barang (Sie Infokum, 2008).

Perubahan  perilaku drastis  dari  individu  yang melakukan  kecurangan  bisa digunakan sebagai indikasi (Sie Infokum, 2008), antara lain yaitu

  1. Perubahan perilaku  secara  signifikan,  seperti:  easy going,  tidak  seperti  biasanya,gaya hidup mewah,  mobil atau pakaian mahal
  2. Gaya hidup di atas rata-rata
  3. Sedang mengalami trauma emosional di rumah atau tempat verja
  4. Penjudi berat
  5. Peminum berat
  6. Sedang dililit utang
  7. Temuan audit atas kekeliruan (error) atau ketidakberesan (irregularities) dianggap tidak material ketika ditemukan
  8. Bekerja  tenang,  bekerja  keras,  bekerja  melampaui  jam  kerja,  sering  bekerja sendiri.

Sumber

http://akuntansipendidik.blogspot.com/

http://oldboypaintingshoes.blogspot.com/2013/01/cara-mendeteksi-kecurangan-fraud.html

 

REVIEW JURNAL GCG VS ETIKA PROFESIAKUNTANSI

Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan

Tri Purwani

Fakultas Ilmu Komputer Universitas AKI

Peran penting penerapan Good Corporate Governance dapat dilihat dari sisi salah satu tujuan penting didalam mendirikan sebuah perusahaan yang selain untuk meningkatkan kesejahteraan pemiliknya atau pemegang saham, juga untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan (Brigham dan Houston, 2001). Peningkatan nilai perusahaan tersebut dapat dicapai jika perusahaan mampu beroperasi dengan mencapai laba yang ditargetkan.

Prinsip-prinsip dasar good corporate governance ini diharapkan dapat dijadikan titik acuan bagi para regulator (pemerintah) dalam membangun framework bagi penerapan good corporate governance. Bagi para pelaku usaha dan pasar modal, prinsip-prinsip ini dapat menjadi guidance atau pedoman dalam mengelaborasi best practices bagi peningkatan nilai dan kelangsungan hidup perusahaan. Sedangkan prinsip-prinsip dasar penerapan good corporate governance yang dikemukakan oleh Center for Good Corporate Governance Universitas Gadjah Mada (CGCG-UGM) dalam (Warsono,dkk.,2009) adalah sebagai berikut:

  1. Transparency (Transparansi); dalam menjalankan fungsinya, semua partisipan harus menyampaikan informasi yang material sesuai dengan substansi yang sesungguhnya dan menjadikan informasi tersebut dapat diakses dan dipahami secara mudah oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan.
  1. Accountability (Pertanggungjawaban); dalam menjalankan fungsinya, setiap partisipan CG harus mempertanggungjawabkan amanah yang diterima sesuai dengan hukum, peraturan, standar moral dan etika, maupun best practise yang berterima umum.
  2. Responsiveness (Ketanggapan); dalam menjalankan fungsinya, setiap partisipan CG harus tanggap dan antisipatif terhadap permintaan (request) maupun umpan-balik (feedback) dari pihak-pihak yang berkepentingan dan terhadap perubahanperubahan dunia usaha yang berpengaruh signifikan terhadap perusahaan.
  3. Independency (Independensi); dalam menjalankan fungsinya, setiap partisipan harus bebas dari kepentingan pihakpihak lain yang berpotensi memunculkan konflik kepentingan, dan menjalankan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang memadai.
  4. Fairnes (Keadilan); dalam menjalankan fungsinya, setiap partisipan memperlakukan pihak lain berdasarkan ketentuanetentuan yang berterima umum.secara adil

e.

kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan dalam penelitian ini maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Penerapan good corporate governance tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja perusahaan dengan alat ukur EVA Momentum. Hal ini berarti tidak konsisten dengan teori yang  menyatakan bahwa penerapan good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, yang kemudian disebut dengan anomali.
  1. Beberapa faktor yang dapat dikemukakan dari adanya anomaly tersebut antara lain:
  2. Manfaat yang dapat dirasakan dari penerapan GCG bersifat long term atau jangka panjang, sedangkan nilai EVA Momentum merupakan ukuran kinerja pada satu periode tertentu, dengan demikian pengaruhnya tidak dapat dilihat secara langsung.
  3. Banyak perusahaan yang masih menerapkan prinsip GCG hanya karena dorongan regulasi. Prinsip-prinsip GCG belum menjadi kultur dalam perusahaan dan belum dimanfaatkan hingga pada tingkat penunjang kinerja perusahaan secara signifikan dan dalam menilai kinerja perusahaan.
  4. Sistem birokrasi dan penegakan hokum yang masih sangat buruk di Indonesia, serta pemberantasan korupsi yang lemah semakin mendukung kurangnya keseriusan perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menerapkan Good Corporate Governance.
  5. EVA Momentum masih sangat jarang dipakai oleh perusahaan di Indonesia mengingat EVA Momentum baru diperkenalkan pada tahun 2009. Dalam perhitungan nilai EVA Momentum, terdapat banyak aspek yang selama ini tidak diperhitungkan dalam rasio-rasio keuangan konvensional yang selama ini dipakai untuk mengukur kinerja perusahaan.

sumber : http://www.unaki.ac.id/ejournal/index.php/jurnal…/35

Kecurangan Dalam Etika Profesi Akuntansi

  1. Audit Forensik dalam Kasus Bank Century

Kasus bank Century telah banyak menyita perhatian publik, dan belum ada titik terang tentang pihak mana yang paling bertanggung jawab serta dinyatakan bersalah secara hukum. Meski secara politis DPR telah menganggap bahwa Budiono selaku Gubernur Bank Indonesia dan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan pada waktu dulu dinilai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.
DPR merasa sangat kecewa dengan hasil audit forensik yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena tidak berhasil mengungkap secara detail aliran dana kepada pihak-pihak tertentu, terutama aliran dana untuk partai dan calon presiden tertentu. Apakah dalam hal ini BPK tidak mampu bekerja ataukah ada tekanan kekuasaan yang berhasil mereduksi hasil audit forensik.

SUMBER :

http://www.indopos.co.id/2012/01/audit-forensik-dalam-kasus-bank-century.html


Analisis :

Melalui audit investigatif ini auditor mengumpulkan bukti-bukti yang dapat digunakan untuk membuktikan di pengadilan tentang ada/tidaknya kecurangan, korupsi atau penyuapan. Dalam kasus korupsi auditor juga menaksir potensi kerugian negara, yang kemudian akan digunakan oleh hakim sebagai bahan pertimbangan keputusannya. Tapi dalam kasus ini, para auditor dari pihak BPK belum sepenuhnya mengerjakan tugasnya sehingga kasus Bank Century hanya terus menjadi wacana saja tanpa ada kepastian akhir dari kasusnya dan masyarakat sudah mulai hilang rasa kepercayaan terhadap pemerintah dalam menyelesaikan kasus tersebut.

  1. Kasus Enron
    Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun 1985. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri energi, kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. Diversifikasi usaha tersebut, antara lain meliputi future transaction, trading commodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan.Kasus Enron mulai terungkap pada bulan Desember tahun 2001 dan terus menggelinding pada tahun 2002 berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia, mulai dari Amerika, Eropa, sampai ke Asia. Enron, suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.2 milyar. Dalam kasus Enron diketahui terjadinya perilaku moral hazard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal perusahaan mengalami kerugian. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor, kasus memalukan ini konon ikut melibatkan orang dalam gedung putih, termasuk wakil presiden Amerika Serikat.

    SUMBER :

ETIKA, NORMA DAN HUKUM DALAM AKUNTANSI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)  Etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika (ethics) menurut pengertian yang sebenarnya adalah filsafat tentang moral. Jadi, etika merupakan ilmu yang membahas dan mengkaji nilai dan norma moral. Etika merupakan refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia, sebagai manusia, harus hidup baik, dan masalah-masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan pada nilai dan norma-norma moral yang umum diterima.

Etika Profesi Akuntansi yaitu suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus sebagai Akuntan. Etika (Yunani Kuno: “ethikos“, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

Norma adalah aturan yang berlaku di kehidupan bermasyarakat. Aturan yang bertujuan untuk mencapai kehidupan masyarakat yang aman, tertib dan sentosa. Namun masih ada segelintir orang yang masih melanggar norma-norma dalam masyarakat, itu dikarenakan beberapa faktor, diantaranya adalah faktor pendidikan, ekonomi dan lain-lain.

Tindakan manusia juga ditentukan oleh bermacam-macam norma. Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma agama, norma moral dan norma sopan santun. Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan, norma agama berasal dari agama, norma moral berasal dari suara batin, dan norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari etika.

Hukum adalah sistem peraturan-peraturan yang teratur dan tersusun baik yang mengikat masyarakat. Dalam akuntansi itu sendiri juga ada perundang-undangannya. KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang) KUHD Indonesia kira-kira satu abad yang lalu telah dibawa orang-orang Belanda ke tanah air kita. Berdasarkan pasal II Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, maka KUHD berlaku di Indonesia. KUHD Indonesia diumumkan dengan publikasi tanggal 30 April 1847, yang mulai berlaku pada tanggal 1 Mei 1848. KUHD Indonesia itu hanya turunan belaka dari “ WETBOEK VAN KOOPHANDEL “, Belanda, yang dibuat atas dasar azas konkordansi.

http://bukanpinokio.blogspot.com/2013/01/perusahaan-dalam-undang-undang.html

http://www.organisasi.org/1970/01/pengertian-arti-definisi-hukum-ekonomi-disertai-contoh-pelajaran-pendidikan-ilmu-ekonomi-dasar-belajar-dari-mudah-internet.html

Matakuliah : Etika Profesi Akuntansi (Softskill)

KUHD yang mulai berlaku di Indonesia pada tanggal 1 Mei 1848 terbagi atas dua kitab dan 23 bab. Kitab I terdiri dari 10 bab dan kitab II terdiri dari 13 bab. KUHPdt (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata). Berdasarkan asas konkordansi, maka pada 1 Mei 1948 di Indonesia diadakan KUHPdt.Adapun KUHPdt Indonesia ini berasal dari KUHPdt Netherlands yang dikodifikasikan pada 5 Juli 1830 dan mulai berlaku di Netherlands pada 31 Desember 1830.

bussiness english 2

                                                                            

                                                                                             -Bukit tinggi-

Thanks to join our travel agency , my name ferry has became  your tour guide now , I will explain about this town and tour spot for this town.

Bukit tinggi (Indonesian  for “ high hill ”)  is the second biggest ciy in West Sumatra, Indonesia with a population of over 91.000 people and an area of 25.24 kmits in the minangkabau highlands . The whole area is directly adjacent to the city of Agam Regency it located near the volcanoes  mountSinggalang (Inactive) and mount Marapi (active)  the city is a cool climate with temperaturebetween 16.1 to 24.9 C the city is the birthplace of some of the founders of the republic of Indonesia, such as Mohammad Hatta and Assaat.

Bukittinggi formerly known as Fort de Kock and was once dubbed as Parijs ban Sumatera besides of Medan. The city has been the capital of Indonesia during the Emergency Governmnt of the Republic Indonesia (PDRI) Before became the capital of PDRI the city has become the center of government, both at the time of the Dutch East Indies or the Japanese colonial period .

Bukit tinggi is also know tourist city in West Sumatra , Visited tourist spot is the Jam Gadang , a clock tower located in the heart of city as well as a symbol for the city . it is a city popular with tourist due to climate and central location. Attractions within the city include :

–          NgaraiSianok (Sianok Canyon) or pendiang valley is a beautiful valley, green and lush. In essence flowed a tributary of the winding cliff crevices tracing the background of mount merapi and mount Singgalang. This gap of about 100 m which stretches along 15 km with width of approximetly 200 m and is part of the fault that separates the island of Sumatra in half lengthwise ( fault semangko ) . sianok rod can now be forded by using canoes and kayaks that in initiated by a water sports organization “Qurays” the route tajen was from village to village sitingkailambah stem palupuh for approximetly 3.5 hours. At the edge there also the rare rafflesia plants and herbs. Fauna encountered such long –tailed monkeys, gibbons ,hoop, deer, wild boar, leopard and tapir .

 

 

–          LubangJepang ( Japanese Caves )  a Network of underground bunkers and tunnels built by the Japanese during World War II

 

 

–          Jam Gadang  a large clock tower built by the dutch in 1926.

 

 

–          PasaAteh & PasaBawah are traditional markets downtown

 

–          Taman Bundo kanduang park. The park includes a replica RumahGadang( literally : big house) the distinctive Minangkabau roof architecture) used as a museum of Minangkabau culture and a zoo . The Dutch hilltop outpost Fort de Kock is connected to the zoo by the Limpapeh Bridge pedestrian overpass

 

–          Museum rumah kelahiran Bung Hatta ( Museum of Bung Hatta Birthplace ) the house where Indonesia founding father Mohammad hatta was born , now a museum

 

That is a several spot you have came , because that a spot is famous in bukittinggi especially a Sianok canyon and Jam Gadang . because that place is a symbol of town and that place have a good view site.

aMinang People  said :  “Indak Lasuah do Jiko kabukik indak ka jam gadang dan panoramanyo “ .

The best way to explore bukittinggi is by motorcycle , car and by foot. If any question you can ask me as you wish .

Thanks for attention for the guest ,  enjoy this town .

Bahasa Indonesia BAB II

Kalimat naratif :

LEGENDA HARIMAU SUMATERA

Legenda Harimau Sumatera, menambah wawasan dan pengetahuan kita semua tentang Harimau Sumatera yang keberadaannya kini semakin tergerus oleh perkembangan teknologi dan kerakusan dari sebagian manusia yang kemaruk harta duniawi. Indonesia sebenarnya sangat kaya akan legenda, budaya dan cerita tentang Harimau Sumatera ( Panthera tigris sumatrea ), sejak jaman dahulu kala, para leluhur tanah Batak yang tinggal berdekatan dengan habitat Harimau, memanggilnya dengan sebutan Opung, sebuah panggilan kepada seseorang yang dihormati.

Lain lagi di tanah Sumatera Barat dan Jambi. Sesosok Harimau disebut dengan panggilan Datuk atau Inyiak, panggilan keduanya merupakan panggilan kepada seseorang yang harus dihormati.

Masih banyak suku lain di Sumatera yang memanggil Harimau dan menempatkannya dalam posisi terhormat. Ada yang menempatkannnya sebagai simbol penjaga ketentraman wilayah, ada yang mendengarkan aumannya sebagai sebuah tanda akan datangnya bahaya. Namun sayang, penghormatan yang diberikan dulu oleh leluhur dan adat, kini tidak lagi sesuai dengan kenyataannya.

Dahulu kala Harimau tidak hanya ada di hutan Sumatera, tapi juga di Jawa dan Bali. Saat ini di Jawa dan Bali kita sudah tidak bisa menemukan lagi keberadaannya sejak 1970 – an, atau bisa dibilang telah lama punah. Indonesia kini hanya punya Harimau yang tersisa di belantara hutan Sumatera, dan itupun jumlahnya tidak banyak. Jumlah Harimau Sumatera menurut perkiraan kini hanya tinggal 400 ekor saja ( mungkin sudah berkurang ), jumlah yang tidak lebih banyak daripada jumlah lembar kertas dalam satu rim!

Nasib keberadaan Harimau Sumatera sangat terancam karena hutan yang merupakan rumah mereka saat ini terus dihancurkan keragaman pepohonan dan tumbuhan yang sangat kaya digantikan dengan tanaman monokultur akasia atau eucalyptus. Salah satu kehancuran terjadi di habitat harimau tepatnya di sekeliling Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Jambi. Sebuah perusahaan kertas dan bubur kertas yaitu Asia Pulp dan Paper ( APP ) anak perusahan dari Sinar Mas Group, yang memasok banyak produk kemasan kertas bagi industri mainan dunia, terus menghancurkan hektar demi hektar isi hutan alam Sumatera dan lahan gambut dalam yang berharga, hanya untuk dijadikan bahan baku produk kertas sekali pakai buang.

 

Kalimat Deskriptif :

HARIMAU SUMATERA (Panthera tigris sumatrae)

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan predator penting yang dapat menjaga keseimbangan mata rantai makanan (food chains) dalam hutan  pulau Sumatera, berkurangnya jumlah Harimau Sumatera  berdampak populasi Babi Hutan  tak terkendali dan dapat menjadi hama bagi masyarakat disekitar hutan.

Deskripsi Harimau Sumatera: 
Harimau Sumatera mempunyai warna paling gelap diantara semua subspesies harimau lainnya, pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat kadang kala dempet. Belang harimau sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang. Harimau sumatera umumnya beraktifitas dimalam hari.
Harimau Sumatera bukan jenis satwa yang biasa tinggal berkelompok melainkan jenis satwa soliter, yaitu satwa yang sebagian besar waktunya hidup menyendiri, kecuali selama musim kawin atau memelihara anak.

Panjang Harimau Sumatera jantan dapat mencapai 2,2 – 2,8 meter, sedangkan betina 2,15 – 2,3 meter. Tinggi diukur dari kaki ke tengkuk rata-rata adalah 75 cm, tetapi ada juga yang mencapai antara 80 – 95 cm, dan berat 130 – 255 kg. Hewan ini mempunyai bulu sepanjang 8 – 11 mm, surai pada Harimau Sumatera jantan berukuran 11 – 13 cm. Bulu di dagu, pipi, dan belakang kepala lebih pendek. Panjang ekor sekitar 65 – 95 cm (Direktorat Pelestarian Alam, 1986 ; Hafild dan Aniger, 1984 ; Kahar, 1997 ; Macdonald, 1986 ; Mountfort, 1973 ; Saleh dan Kambey, 2003 ; Sutedja dan Taufik, 1993 ; Suwelo dan Somantri, 1978 ; Treep, 1973).

Klasifikasi ilmiah Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae):
Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Carnivora; Famili:Felidae; Genus: Panthera; Spesies: Panthera tigris; Upaspesies: Panthera tigris sumatrae. Nama trinomial: Panthera tigris sumatrae (Pocock, 1929).

Makanan:
Harimau Sumatera termasuk jenis Carnivora yang biasanya memangsa : Rusa Sambar (Cervus unicolor), Kijang (Muntiacus muntjak), Kancil (Tragulus sp.), dan Babi hutan  (Sus sp.). Kerbau liar (Bubalus bubalis), Tapir (Tapirus indicus), Kera (Macaca ), Landak (Hystrix brachyura), Trenggiling (Manis javanica), jenis-jenis Reptilia seperti kura-kura, ular, dan biawak, serta berbagai jenis burung, ikan, dan kodok dan jenis-jenis satwa liar lainnya. Hewan peliharaan atau ternak yang juga terkadang menjadi mangsa Harimau, diantaranya adalah Kerbau, kambing, domba, sapi, Anjing dan ayam.

Reproduksi:
Harimau sumatra dapat berbiak kapan saja. Masa kehamilan adalah sekitar 103 hari. Biasanya harimau betina melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau sekaligus, dan paling banyak 6 ekor. Mata anak harimau baru terbuka pada hari kesepuluh, meskipun anak harimau di kebun binatang ada yang tercatat lahir dengan mata terbuka. Anak harimau hanya minum air susu induknya selama 8 minggu pertama. Sehabis itu mereka dapat mencoba makanan padat, namun mereka masih menyusu selama 5 atau 6 bulan. Anak harimau pertama kali meninggalkan sarang pada umur 2 minggu, dan belajar berburu pada umur 6 bulan. Mereka dapat berburu sendirian pada umur 18 bulan, dan pada umur 2 tahun anak harimau dapat berdiri sendiri.

Tipe lokasi yang biasanya menjadi pilihan habitat Harimau Sumatera di Indonesia bervariasi, dengan ketinggian antara 0 – 3000 meter dari permukaan laut, seperti :

  • Hutan hujan tropis, hutan primer dan sekunder pada dataran rendah sampai dataran tinggi pegunungan, hutan savana, hutan terbuka, hutan pantai, dan hutan bekas tebangan
  • Pantai berlumpur, mangrove, pantai berawa payau, dan pantai air tawar
  • Padang rumput terutama padang alang-alang
  • Daerah datar sepanjang aliran sungai, khususnya pada sungai yang mengalir melalui tanah yang ditutupi oleh hutan hujan tropis
  • Juga sering terlihat di daerah perkebunan dan tanah pertanian
  • Selain itu juga banyak harimau ditemui di areal hutan gambut.

Terdapat 9 subspesies harimau yang tiga diantaranya telah dinyatakan punah. Kesembilan subspisies harimau tersebut adalah:

  1. Harimau Indochina (Panthera tigris corbetti) terdapat di Malaysia, Kamboja, China, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.
  2. Harimau Bengal (Panthera tigris tigris) Bangladesh, Bhutan, China, India, dan Nepal.
  3. Harimau Cina Selatan (Panthera tigris amoyensis) China.
  4. Harimau Siberia (Panthera tigris altaica) dikenal juga sebagai Amur, Ussuri, Harimau Timur Laut China, atau harimau Manchuria. Terdapat di China, Korea Utara, dan Asia Tengah di Rusia.
  5. Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) terdapat hanya di pulau Sumatera, Indonesia.
  6. Harimau Malaya (Panthera tigris jacksoni) terdapat di semenanjung Malaysia.
  7. Harimau Caspian (Panthera tigris virgata) telah punah sekitar tahun 1950an. Harimau Caspian ini terdapat di Afganistan, Iran, Mongolia, Turki, dan Rusia.
  8. Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) telah punah sekitar tahun 1972. Harimau Jawa terdapat di pulau Jawa, Indonesia.
  9. Harimau Bali (Panthera tigris balica) yang telah punah sekitar tahun 1937. Harimau Bali terdapat di pulau Bali, Indonesia.