Makalah tentang PSAK no 4 , 22 & 46

 

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN No. 4 , 22 & 23

 

  1. PSAK No. 4 ( Revisi 2009)

“ LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN dan LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI ”

 

  • PENDAHULUAN

Ruang Lingkup

Pernyataan ini diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk. Pernyataan ini tidak berhubungan dengan metode akuntansi untuk kombinasi bisnis dan dampaknya dalam konsolidasi, termasuk goodwill yang muncul dari kombinasi bisnis (lihat PSAK 22: Kombinasi Bisnis).Pernyataan ini juga diterapkan dalam akuntansi untuk investasi pada entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi ketika suatu entitas menyajikan laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan.

Definisi

Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini:

  • Laporan keuangan konsolidasian adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal.
  • Pengendalian adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas tersebut.
  • Kelompok usaha adalah suatu entitas induk dan seluruh entitas anaknya.
  • Kepentingan nonpengendali adalah ekuitas entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau tidak langsung pada entitas induk.
  • Entitas induk adalah suatu entitas yang mempunyai satu atau lebih entitas anak.
  • Laporan keuangan tersendiri adalah laporan keuangan yang disajikan oleh entitas induk yang mencatat investasi pada entitas anak, entitas asosiasi, dan pengendalian bersama entitas berdasarkan kepemilikan ekuitas langsung bukan berdasarkan pelaporan hasil dan aset neto investee.
  • Entitas anak adalah suatu entitas, termasuk entitas bukan perseroan terbatas seperti persekutuan, yang dikendalikan oleh entitas lain (dikenal sebagai entitas induk)
  • PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Entitas induk menyajikan laporan keuangan konsolidasian yang mengonsolidasikan investasinya dalam entitas anak sesuai. Pernyataan ini.Entitas induk yang menyajikan laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan

  • RUANG LINGKUP LAPORAN KEUANGAN KONSILIDASIAN

Laporan keuangan konsolidasian meliputi seluruh entitas anak dari entitas induk. Pengendalian dianggap ada ketika entitas induk memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak lebih dari setengah kekuasaan suara suatu entitas, kecuali

dalam keadaan yang jarang dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian. Pengendalian juga ada ketika entitas induk memiliki setengah atau kurang kekuasaan suara suatu entitas jika terdapat:

  • kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain;
  • kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;
  • kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar dewan direksi atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui dewan atau organ tersebut; atau
  • kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat dewan direksi atau organ pengatur setara dan mengendalikan entitas melalui direksi atau organ

Entitas mungkin memiliki waran saham, opsi beli saham,instrumen utang atau instrumen ekuitas yang dapat dikonversi menjadi saham biasa, atau instrumen sejenis lainnya yang mempunyai potensi (jika dilaksanakan atau dikonversi) untuk menambah

kekuasaan suara kepada entitas atau mengurangi kekuasaan suara dari pihak lain atas kebijakan keuangan dan operasional entitas lain (hak suara potensial). Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial yang saat ini dapat dilaksanakan atau dikonversi, termasuk hak suara potensial yang dimiliki oleh entitas lain, dipertimbangkan ketika menilai apakah suatu entitas mempunyai kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas lain. Hak suara potensial yang saat ini tidak dapat dilaksanakan atau dikonversi jika, misalnya, hak suara tersebut tidak dapat dilaksanakan atau

dikonversi sampai dengan suatu tanggal di masa depan atau sampai terjadinya suatu peristiwa di masa depan

  • PROSEDUR KONSOLIDASI

 

Dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian,entitas menggabungkan laporan keuangan entitas induk dan entitas anak satu per satu dengan menjumlahkan pos-pos sejenis dari aset, kewajiban, ekuitas, penghasilan, dan beban. Agar laporan keuangan konsolidasian dapat menyajikan informasi keuangan dari kelompok usaha tersebut sebagai entitas ekonomi tunggal, dilakukan langkah-langkah berikut:

  • jumlah tercatat investasi entitas induk pada setiap entitas anak dengan porsi entitas induk atas ekuitas entitas anak dieliminasi
  • kepentingan nonpengendali atas laba atau rugi entitas anak yang dikonsolidasikan selama periode pelaporan diidentifi kasi;
  • kepentingan nonpengendali dari bagian kepemilikan entitas induk atas aset neto entitas anak yang dikonsolidasikan diidentifikasi secara terpisah. Kepentingan nonpengendali atas aset neto terdiri dari:
  • jumlah kepentingan nonpengendali pada tanggal kombinasi bisnis awal yang dihitung sesuai PSAK 22; dan
  • bagian kepentingan nonpengendali atas perubahan ekuitas sejak tanggal kombinasi tersebut

Saldo, transaksi, penghasilan, dan beban intra kelompok usaha dieliminasi secara penuh. Saldo dan transaksi intra kelompok usaha, termasuk penghasilan, beban dan dividen, dieliminasi secara penuh. Keuntungan dan kerugian hasil dari transaksi intra kelompok usaha yang diakui dalam aset, misalnya persediaan dan aset tetap, dieliminasi secara penuh. Kerugian intra kelompok usaha mungkin mengindikasikan suatu penurunan nilai yang mensyaratkan pengakuan dalam laporan keuangan konsolidasian. PSAK 46: Pajak Penghasilan diterapkan untuk perbedaan temporer yang timbul dari eliminasi keuntungan dan kerugian hasil dari transaksi intra kelompok usaha.

Laporan keuangan entitas induk dan entitas anak yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian disusun dengan tanggal yang sama. Jika akhir periode pelaporan entitas induk berbeda dengan entitas anak, maka entitas anak menyusun laporan keuangan tambahan dengan tanggal yang sama dengan laporan keuangan entitas induk untuk tujuan konsolidasi, kecuali tidak praktis. Jika, sesuai dengan paragraf 19, laporan keuangan entitas anak yang digunakan dalam peyusunan laporan keuangan konsolidasian disusun dengan tanggal yang berbeda dengan laporan keuangan entitas induk, maka penyesuaian dilakukan atas dampak transaksi atau peristiwa signifikan yang terjadi antara tanggal laporan keuangan entitas anak dengan tanggal laporan keuangan entitas induk. Dalam hal ini, perbedaan antara akhir periode pelaporan entitas anak dengan entitas induk tidak lebih dari tiga bulan. Lamanya periode pelaporan dan perbedaan antar akhir periode pelaporan adalah sama dari periode ke periode.

  • KEHILANGAN PENGENDALI

 

Entitas induk dapat kehilangan pengendalian atas entitas anak dengan atau tanpa perubahan absolut atau relatif tingkat kepemilikan. Hal ini terjadi, misalnya, ketika entitas

anak menjadi subyek pengendalian pemerintah, pengadilan, administrator, atau regulator. Hal ini dapat terjadi pula sebagai akibat suatu perjanjian kontraktual.Entitas induk mungkin kehilangan pengendalian dalam dua atau lebih perjanjian (transaksi). Meskipun, terkadang beberapa keadaan mengindikasikan

bahwa lebih dari satu perjanjian seharusnya dicatat sebagai transaksi tunggal. Dalam menentukan apakah perjanjian tersebut sebagai transaksi tunggal, entitas induk mempertimbangkan seluruh syarat dan kondisi perjanjian dan dampak ekonominya. Satu atau lebih hal berikut ini mengindikasikan bahwa entitas induk mencatat lebih dari satu perjanjian sebagai transaksi tunggal:

  • Perjanjian tersebut disepakati pada waktu yang sama atau terkait satu dengan yang lain.
  • Perjanjian tersebut membentuk suatu transaksi tunggalyang didesain untuk mencapai suatu dampak komersial secara keseluruhan
  • Keterjadian satu perjanjian tergantung pada keterjadian perjanjian lain.
  • Satu perjanjian yang berdiri sendiri tidak dapat dijustifikasi secara ekonomi, tetapi perjanjian tersebut dapat dijustifi kasi secara ekonomi jika bergabung dengan perjanjian lain. Misalnya, ketika saham dijual di bawah harga pasar dan dikompensasikan dengan penjualan berikutnya di atas harga pasar

 

  • AKUNTANSI INVESTASI PADA ENTITAS ANAK, PENGENDALIAN BERSAMA ENTITAS, DAN ENTITAS ASOSIASI DALAM LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI

Jika entitas induk menyusun laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan, maka entitas induk tersebut mencatat investasi pada entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi pada:

  • biaya perolehan; atau
  • (b) sesuai PSAK 55.

Entitas menerapkan akuntansi yang sama untuk setiap kategori investasi. Investasi yang dicatat pada biaya perolehan dicatat sesuai dengan PSAK 58: Aset

Tidak Lancar Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan ketika investasi tersebut diklasifi kasikan sebagai dimiliki untuk dijual (atau termasuk kelompok lepasan yang diklasifi kasikan sebagai dimiliki untuk dijual) sesuai dengan PSAK 58. Pengukuran investasi yang dicatat sesuai dengan PSAK 55 tidak berubah dalam keadaan yang demikian.

Entitas induk mengakui dividen dari entitas anak, pengendalian bersama entitas, atau entitas asosiasi pada laporan laba rugi dalam laporan keuangan tersendiri ketika hak menerima dividen ditetapkan.

Ketika entitas induk mereorganisasi struktur kelompok usahanya dengan membentuk suatu entitas baru sebagai entitas induk yang memenuhi kriteria berikut:

  • entitas induk baru memiliki pengendalian atas entitas induk awal dengan menerbitkan instrumen ekuitas yang ditukarkan dengan instrumen ekuitas entitas induk awal;
  • aset dan kewajiban kelompok usaha baru dan kelompok usaha awal adalah sama segera sebelum dan setelah reorganisasi; dan
  • pemilik entitas induk awal sebelum reorganisasi mempunyai bagian yang sama secara absolut dan relatif atas aset neto kelompok usaha awal dan kelompok usaha baru segera sebelum dan setelah reorganisasi; dan entitas induk baru mencatat investasinya dalam entitas induk awal sesuai dengan paragraf 35 (a) dalam laporan keuangan tersendiri, maka entitas induk baru mengukur biaya perolehan pada

nilai tercatat atas bagiannya atas pos-pos ekuitas dalam laporan keuangan tersendiri entitas induk awal pada tanggal akuisisi.

Serupa dengan hal tersebut, entitas yang bukan entitas Induk mungkin mendirikan entitas baru sebagai entitas induk yang memenuhi kriteria paragraf 37. Persyaratan dalam paragraf 37 diterapkan sama dengan reorganisasi tersebut. Dalam kasus tersebut, “entitas induk awal” dan “kelompok usaha awal” merujuk pada “entitas awal ”. Investasi dalam pengendalian bersama entitas dan entitas asosiasi yang dicatat sesuai dengan PSAK 55 dalam laporan keuangan konsolidasian dicatat dengan cara yang sama dalam laporan keuangan tersendiri investor

  • PENGUNGKAPAN

Pengungkapan berikut dibuat dalam laporan keuangan konsolidasian:

  • sifat hubungan antara entitas induk dan suatu entitas anak jika entitas induk tidak memiliki (secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak) lebih dari setengah kekuasaan suara;
  • alasan mengapa kepemilikan (secara langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak) lebih dari setengah kekuasaan suara atau kekuasaan suara potensial atas investee tidak diikuti dengan pengendalian;
  • akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak jika laporan keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas induk, dan alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda;
  • sifat dan luas setiap restriksi signifikan (misalnya akibat dari perjanjian pinjaman yang diterima atau persyaratan regulator) dalam kemampuan entitas anak untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk deviden tunai, atau pembayaran kembali pinjaman atau uang muka;
  • suatu rincian yang menunjukan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk; dan
  • jika pengendalian atas entitas anak hilang, maka entitas induk mengungkapkan keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui sesuai dengan paragraf 31, dan:
  • porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan sisa investasi pada entitas anak terdahulu dengan nilai wajar pada tanggal hilangnya pengendalian, dan
  • pos keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laporan laba rugi komprehensif (jika tidak disajikan secara terpisah dalam laporan laba rugi komprehensif).

Ketika entitas induk menyusun laporan keuangan tersendiri, maka laporan keuangan tersendiri tersebut mengungkapkan:

  • laporan keuangan tersebut adalah laporan keuangan tersendiri yang merupakan informasi tambahan dalam laporan keuangan konsolidasian;
  • daftar investasi yang signifi kan dalam entitas anak, pengendalian bersama entitas, dan entitas asosiasi, termasuk nama, negara atau tempat kedudukan, proporsi kepemilikan, dan proporsi hak suara yang dimiliki (jika berbeda); dan
  • penjelasan tentang metode yang digunakan untuk mencatat investasi yang terdaftar di (b).
  1. PSAK No. 22 (Revisi 2009)

“ PENDAPATAN ”

 

  • RUANG LINGKUP

 

Pernyataan ini diterapkan dalam akuntansi pendapatan yang timbul dari transaksi dan kejadian berikut ini:

  • Penjualan barang

Barang meliputi barang yang diproduksi oleh entitas untuk dijual dan barang yang dibeli untuk dijual kembali.

  • Penjualan jasa

Menyangkut pelaksanaan tugas yang telah disepakati secara kontraktual untuk dilaksanakan selama suatu periode waktu.

  • Penggunaan asset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan pendapatan:
  • Bunga yaitu pembebanan unutk menggunakan kas atau setara dengan kas atau jumlah terutang kepada entitas
  • b)    Royalty yaitu untuk menggunakan asset jangka panjang entitas, misalnya paten, merek dagang, hak cipta, dan piranti lunak computer.
  • c)    Deviden yaitu distribusi laba kepada pemegang investasi ekuitas dengan proporsi kepemilikan mereka atas kelompok modal tertentu
  • Pernyataan ini tidak mengatur tentang pendapatan yang timbul dari:
  • Perjanjian sewa
  • Dividen yang timbul dari investasi yang diperlakukan dengan metode ekuitas
  • Kontrak asuransi
  • Perubahan nilai wajar dari asset dan liabilitas keuangan atau pelepasannya
  • Perubahan nilai asedt lancer lain
  • Ekstrasi hasil tambang
  • DEFINISI

 

Berikut adalah  pengertian istilah yang digunakan dalam peryataan ini :

  • Nilai wajaradalah jumlah suatu asset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas  diselesaikan antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transksi yang wajar.
  • Pendapatanadalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.

Pendapatan hanya meliputi arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang diterima dan dapat diterima oleh entitas itu sendiri. Dalam hubungan keagenan, arus masuk bruto manfaat ekonomi mencakup jumlah yang ditagih untuk kepentingan principal dan tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas entitas. Jumlah yang ditagih atas nama principal bukan merupakan pendapatan, sebaliknya, pendapatan adalah jumlah komisi yang diterima.

  • PENGUKURAN PENDAPATAN

Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima.Jika arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan, maka nilai wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah nominal kas yang diterima atau dapat diterima penerimaan antara nilai wajar dan jumlah nominal dari imbalan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga sesuai dengan paragraph 28 dan 29 dan sesuai dengan PSAK 55(Revisi 2006)“ lindungi nilai atas nilai wajar. Laba atau rugi dari suatu instrument derivative yang diberlakukan sebagai dan memnuhi persyaratan sebagai instrument lindung nilai Jika nilai wajar dari barang atau jasa yang diterima tidak dapat diukur secara andala, maka pendapatan tersebut diukur pada nilai wajar dari barang dan jasa yang diserahkan, disesuaikan dengan jumlah kas atau setara kas yang dialihkan

  • PENGIDENTIFIKASIAN TRANSAKSI

 

Pengidentifikasian transaksi terbagi menjadi 2 kriteria , yaitu :

  • Kriteria pengakuan diterapka secara terpisah  pada setiap transaksi
  • Kriteria pengakuan pendapatan diterapkan pada komponen-komponen yang dapat diindentifikasikan secara terpisah dari transaksi tunggal agar mencerminkan subtansi transaksi tersebut
  • PENJUALAN BARANG

Pendapatan dari penjualan barang diakui jika seluruh kondisi berikut dipenuhi:

  • Entitas telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan kepada pembeli; Artinya penjual tidak lagi tau menahu mengenai manfaat dan resiko atas barang yang dijual hal ini melalui kesepakaantan  dengan pembeli
  • Entitas tidak lagi melanjutkan pengolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atas barang ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual. Maksudnya penjual tidak lagimerawat mengatur dan tindakkan lainnya terhadap barang yang telah dijual.
  • Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal
  • Besar kemungkinan manfaat ekonomi yang dihubungkan dengan transaksi akan mengalir kepada entitas tersebut
  • Biaya yang terjadi atau akan terjadi sehubungan dengan trasaksi penjualan dapat diukur dengan andal

Untuk mengetahui pada saat kapan penjualan sudah dapat mengakui tergantung dari perjanjian jual beli yang sudah disepakati antara kedua belah pihak.

Contoh Jurnal bagi si pembeli:

Persedian        xxxxx

Ppn masukan   xxxxx

Hutang usaha            xxxxx

Discount pembelian   xxxxx

Bila salah satu kriteria diatas tidak dipenuhi, maka pengakuan pendapatan harus ditangguhkan.pendapatan tidak diakui apabila entitas tersebut menahan resiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan dalam berbagai cara, misalnya:

  • Jika perusahaan menahan kewajibannya sehubungan dengan pelaksanaan suatu hal yang tidak memuaskan yang tidak dijamin oleh ketentuan jaminan normal
  • Jika penerimaan pendapatan dari penjualan bergantung pada pendapatan pembelian dari penjualan barang yg bersangkutan
  • Jika pengiriman barang bergantung pada intalasinya dan instalasi tersebut merupakan bagian signifikan dari kontrak yang belum diselesaikan oleh entitas; dan
  • Jika pembeli berhak membatalkan pembelian berdasarkan alas an ayng ditentukan dalam kontrak dan entitas tidak dapat memastikan apakah akan jadi retur.
  • PENJUALAN JASA

 

Jika hasil transaksi penjualan jasa dapat diestimasi secara andal, maka pendapatan sehubungan dengan transaksi tersebut di akui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada akhir acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada akhir periode pelaporan. Hasil transaksi dapat diestimasi secara andal jika seluruh kondisi berikut dipenuhi:

  1. Jumlah pendaptan dapat diukur secara andal
  2. B)   Kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan mengalir ke entitas
  3. C)   Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara andal; dan
  4. D)   Biaya yang timbul untuk transaksi dan biaya untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur secara andal

Pengakuan pendapatan dengan mengacu pada tingkat penyelesaian dari suatu transaksi sering disebut sebagai metode sebagai metode persentase penyelesaian.  Dengan metode ini, pendapatan diakui dalam periode akuntansi pada saat jasa diberikan.  Pengakuan pendapatan atas dasar ini memberikan informasi yang berguna mengenai tingkat kegiatan jasa dan kinerja dalam suatu periode.  PSAK 34

Akuntansi Kontrak Kontruksi juga mensyaratkan pengakuan pendpatan berdasarkan hal ini.  Persyaratan PSAK 34 secara umum berlaku untuk pengakuan pendapatan dan beban terkait untuk transaksi yang melibatkan pemeberian jasa. PSAK 34 Akuntansi Kontrak Konstruksi (Accounting for Construction Contracts)

“Bila hasil (outcome) kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal, pendapatan kontrak dan biaya kontrak yang berhubungan dengan kontrak konstruksi harus diakui masing-masing sebagai pendapatan dan beban dengan memperhatikan tahap penyelesaian aktivitas kontrak pada tanggal neraca”

 

Entitas pada umumnya dapat membuat estimasi andal setelah entitas

mencapaipersetujuan dengan pihak lain mengenai hal-halberikut dalam transaksi:

  • Hak masing-masing pihak yang pelaksanaannya dapat dipaksakan secara hokum terkait dengan jasa yang diberikan dan terima pihak tersebut;
  • Imbalan yang dipertukarkan dan
  • Cara dan persyaratan penyelesaian.

Tingkat penyelesaian suatu transaksi dapat ditentukan dengan berbagai metode, tergantung pada sifat transaksi, metode tersebut dapat meliputi:

  • Survey pekerjaan yang telah dilaksanakan
  • Jasa yang dilakukan atau
  • Proporsi biaya yang timbul hingga tanggal tertentu dibagi estimasi total biaya transaksi tersebut. Hanya biaya yang mencerminkan jasa yang dilaksanankan hingga tanggal tertentu dimasukkan dalambiaya yang terjadi hingga tanggal tersebut. Hanya biaya yang mencerminkanjasa yang dilakukan atau akan dilakukan dimasukkan kedalam estimasi total biaya transaksi tersebut.

Pembayaran berkala dan uang muka yang diterima dari pelanggan sering kali tidak mencerminkan jasa yang dilakukan.

Jika hasil transaksi terkait dengan penjualan jasa tidak dapat diestimasisecara andal, maka pendapatan diakui hanya yang berkaitan dengan beban yang telah diakui yang dapat dipulihkan.

  • BUNGA, ROYALTI dan DEVIDEN

 

Pendapatan dari penggunaan asset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalty, dan deviden jika:

  • Kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan traansaksi tersebut akan mengalir ke entitas;
  • Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal

Pengakuan Pendapatan diakui dengan dasar sebagai berikut:

  • Bunga diakui menggunakan suku bunga efektif sesuai PSAK 55 (revisi 2006) paragraph 08 dan PA 17-20
  • Royalty diakui dengan dasar akural sesuaidengan subtansi perjanjian yang relevan
  • Deviden diakui jika hak pemegang saham untuk menerima pembayaran ditetapkan
  • PENGUNGKAPAN

 

Entitas mengungkapkan :

  • Kebijakan akuntansi yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, termasuk metode yang digunakan untuk menentukan tingkat penyelesaian transaksi penjualan jasa
  • Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode tersbut, termasuk pendapatan yang berasal dari:
  • Penjulan barang
  • Penjualan jasa
  • Bunga
  • Royalty
  • Deviden
  • Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan

Secara garis besar PSAK 23( revisi 2010)  dengan PSAK 23 ( revisi 1994) tidak mempunyai banyak perubahan  namun PSAK 23 (revisi 2010) sudah dilengkapi lampiran yang mengadopsi Appendix IAS 18 REVENUE.

  1. PSAK No. 46 ( Revisi 2010 )

“ PAJAK PENGHASILAN “

 

  • RUANG LINGKUP

Pernyataan ini diterapkan untuk akuntansi pajak penghasilan, yaitu :

  • Pajak penghasilan dalam negeri
  • Pajak penghasilan luar negeri
  • Pemotongan pajak yang terutang oleh entitas anak
  • Pemotongan pajak yang terutang oleh entitas asosiasi
  • Ventura bersama atas distribusi kepada entitas pelapor

Pernyataan ini tidak berlaku pada

  • Metode akuntansi untuk hibah pemerintah
  • Kredit pajak investasi
  • DEFINISI

 

Berikut adalah istilah yang digunakan dalam pernyataan dibawah ini :

  • Asset pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode masa depan sebagai akibat adanya:
  • perbedaan temporer yang boleh dikurangkan;
  • akumulasi rugi pajak belum dikompensasi; dan
  • akumulasi kredit pajak belum dimanfaatkan, dalam hal peraturan perpajakan mengizinkan
  • Beban pajak ( penghasilan pajak ) adalah jumlah agregat pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam menentukan laba atau rugi pada satu periode.
  • Dasar pengenaan pajak atau asset atau liabilitas adalah nilai yang terkait dengan aset atau liabilitas untuk tujuan pajak.
  • Laba akuntansi adalah laba atau rugi selama satu periode sebelum dikurangi beban pajak.
  • Laba kena pajak atau laba fiskal (rugi pajak atau rugi fiskal) adalah laba (rugi) selama satu periode yang dihitung berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh Otoritas Pajak atas pajak penghasilan yang terutang (dilunasi).
  • Liabilitas pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan terutang pada periode masa depan sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak.
  • Pajak penghasilan adalah pajak yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan pajak ini dikenakan atas laba kena pajak entitas.
  • Pajak penghasilan final adalah pajak penghasilan yang bersifat final, yaitu bahwa setelah pelunasannya, kewajiban pajak telah selesai dan penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan final tidak digabungkan dengan jenis penghasilan lain yang terkena pajak penghasilan yang bersifat tidak final. Pajak jenis ini dapat dikenakan terhadap jenis penghasilan, transaksi, atau usaha tertentu.
  • Pajak kini adalah jumlah pajak penghasilan yang terutang (dilunasi) atas laba kena pajak (rugi pajak) untuk satu periode.
  • Perbedaan temporer adalah perbedaan antara jumlah tercatat aset atau liabilitas pada posisi keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya. Perbedaan temporer dapat berupa:
  • Perbedaan temporer kena pajak adalah perbedaan temporer yang menimbulkan jumlah kena pajak dalam penghitungan laba kena pajak (rugi pajak) periode masa depan pada saat jumlah tercatat aset atau liabilitas dipulihkan atau diselesaikan.
  • Perbedaan temporer dapat dikurangkan adalah perbedaan temporer yang menimbulkan jumlah yang dapat dikurangkan dalam penghitungan laba kena pajak (rugi pajak) periode masa depan pada saat jumlah tercatat aset atau liabilitas dipulihkan atau diselesaikan
  • PENGAKUAN ASET PAJAK KINI DAN LIABILITAS PAJAK KINI

Jumlah pajak kini untuk periode kini dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. Apabila jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode kini dan periode-periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yangerutang untuk periode-periode tersebut, maka selisihnya diakui sebagai asset.

Manfaat yang berkaitan dengan rugi pajak yang dapat ditarik kembali untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya harus diakui sebagai aset.

Apabila kerugian pajak digunakan untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya, maka entitas mengakui manfaat tersebut sebagai aset pada periode di mana rugi pajak terjadi karena terdapat kemungkinan manfaat diterima entitas. dan manfaat tersebut dapat diukur secara andal.

  • PENGAKUAN ASET PAJAK TANGGUHAN DAN LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN

 

  • Perbedaaan Temporer Kena Pajak

Semua perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali jika timbul perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari:

  • pengakuan awal goodwill; atau
  • pada saat pengakuan awal aset atau liabilitas dari suatu transaksi yang:
  • bukan transaksi kombinasi bisnis; dan
  • pada saat transaksi, tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak (rugi pajak).

Namun, untuk perbedaan temporer kena pajak terkait dengan investasi pada entitas anak, cabang dan entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam ventura bersama, maka liabilitas pajak tangguhan harus diakui sesuai dengan paragraf 40.

  • Kombinasi Bisnis

Dengan pengecualian   terbatas, aset    teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas diambil-alih dalam kombinasi bisnis diakui dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perbedaan temporer timbul apabila dasar pengenaan pajak asset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas diambil-alih tidak terpengaruh oleh kombinasi bisnis atau terpengaruh dengan cara berbeda.

  • Asset Tercatat pada Nilai Wajar

PSAK mengizinkan atau menetapkan aset tertentu dicatat pada nilai wajar atau dinilai kembali (lihat, contohnya, PSAK 16 (revisi 2007): Aset Tetap, PSAK 19 (revisi 2010): Aset Takberwujud, PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran dan PSAK 13 (revisi 2007): Properti Investasi). Dalam hal revaluasi atau penyajian

kembali aset pada nilai wajarnya mempengaruhi laba kena pajak (rugi pajak) untuk periode kini dasar pengenaan pajakset disesuaikan sehingga tidak ada perbedaan temporer. Namun demikian, apabila revaluasi atau penyajian kembali aset tidak mempengaruhi laba kena pajak pada periode revaluasi atau penyajian kembali, dasar pengenaan pajak aset tidak disesuaikan sehingga terdapat perbedaan temporer.

  • Goodwill

Goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis diukur sebagai selisih lebih (a) atas (b) di bawah ini:

(a) nilai agregat dari:

(i) imbalan yang dialihkan yang diukur sesuai dengan      PSAK 22 (revisi 2010): Kombinasi Bisnis yang pada umumnya mensyaratkan nilai wajar pada tanggal-akuisisi;

(ii) jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi sesuai dengan PSAK 22; dan

(iii) dalam kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang diakusisi

(b)        selisih  jumlah dari asset teridentifikasi           yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih pada tanggal akuisisi sesuai dengan PSAK 22.

Mungkin saja peraturan pajak tidak memperkenankan pengurangan pada jumlah tercatat goodwill sebagai beban yang dikurangkan dalam menentukan laba kena pajak dan biaya perolehan goodwill sering tidak dapat dikurangkan apabila entitas anak melepas usahanya. Dalam kondisi tersebut goodwill memiliki dasar pengenaan pajak nihil. Adanya perbedaan antara jumlah tercatat goodwill dan dasar

pengenaan pajak nihil adalah perbedaan temporer kena pajak. Namun demikian, Pernyataan ini tidak memperkenankan pengakuan yang dihasilkan oleh liabilitas pajak tangguhan karena goodwill diukur sebagai sisa dan pengakuan liabilitas pajak tangguhan akan meningkatkan jumlah tercatat goodwill.

  • Pengakuan Awal Asset Atau Liabilitas

Perbedaan temporer mungkin timbul pada saat pengakuan awal suatu aset atau liabilitas, sebagai contoh apabila sebagian atau seluruh biaya perolehan suatu aset tidak dapat dikurangkan untuk tujuan pajak. Metode akuntansi untuk perbedaan temporer tersebut, bergantung dari sifat transaksi yang menyebabkan dilakukannya pengakuan awal aset atau liabilitas:

(a) dalam suatu kombinasi bisnis, entitas mengakui liabilitas atau aset pajak tangguhan, dan pengakuan ini mempengaruhi jumlah goodwill atau keuntungan penawaran pembelian yang diakui (lihat paragraf 18);

(b) apabila transaksi tersebut mempengaruhi baik laba

akuntansi maupun laba kena pajak, maka entitas mengakui

aset atau liabilitas pajak tangguhan dan mengakui beban

atau penghasilan pajak tangguhan dalam laporan laba rugi.

(c) Apabila transaksi tersebut bukan kombinasi bisnis dan tidak

mempengaruhi baik laba akuntansi maupun laba kena pajak

maka entitas hendaknya tidak melanggar dari pengecualian

dalam paragraf 14 dan 25, yang mengakui timbulnya

aset atau liabilitas pajak tangguhan dan menyesuaikan

jumlah tercatat aset atau liabilitas dengan jumlah yang

sama. Penyesuaian semacam itu akan membuat laporan

keuangan kurang transparan. Karenanya, Pernyataan ini

tidak mengizinkan entitas mengakui timbulnya aset atau

liabilitas pajak tangguhan baik pengakuan awal maupun

  • Perbedaan Temporer Dapat Dikurangkan

Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan, sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang cukup memadai sehingga perbedaan

temporer dapat dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang:

(a) bukan dari transaksi kombinasi bisnis; dan

(b) pada saat transaksi, tidak mempengaruhi baik laba akuntansi maupun laba kena pajak (rugi pajak)

Namun, untuk perbedaan temporer dapat dikurangkan dihubungkan dengan investasi entitas anak, cabang dan entitas asosiasi, serta bagian partisipasi dalam ventura bersama, maka aset pajak tangguhan harus diakui

  • Goodwill

Apabila jumlah tercatat goodwill yang timbul pada transaksi kombinasi bisnis lebih rendah daripada dasarpengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut menimbulkan aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang ditimbulkan dari pengakuan awal goodwill diakui sebagai bagian akuntansi atas kombinasi bisnis sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak tersedia dalam jumlah yang cukup memadai sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan.

  • Pengakuan Awal Aset atau Liabilitas

Salah satu contoh timbulnya aset pajak tangguhan pada saat pengakuan awal suatu aset adalah ketika hibah pemerintah tidak kena pajak terkait aset dikurangi jumlah tercatat aset tetapi, untuk tujuan pajak, tidak dikurangi dari jumlah disusutkan atas aset tersebut (atau dasar pengenaan pajaknya); jumlah tercatat aset tersebut lebih kecil dari dasar pengenaan pajaknya, sehingga timbul perbedaan temporer dapat dikurangkan.

  • Rugi Pajak Belum Dikompensasi dan Kredit Pajak Belum Dimanfaatkan

Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan apabila besar kemungkinan laba kena pajak masa depan akan memadai untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan.

  • Penilaian Kembali Aset Pajak Tangguhan Tidak Diakui

Pada setiap akhir periode pelaporan, entitas menilai kembali aset pajak tangguhan tidak diakui. Entitas mengakui aset pajak tangguhan tidak diakui sebelumnya apabila kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dipulihkan.

  • Investasi Pada Entitas Anak, Cabang dan Entitas Asosiasi dan Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama .

Entitas mengakui liabilitas pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer kena pajak terkait dengan investasi pada entitas anak, cabang, dan asosiasi, serta bagian partisipasi dalam ventura bersama, kecuali sepanjang kedua kondisi berikut telah terpenuhi:

(a) entitas induk, investor atau venturer mampu mengendalikan waktu pemulihan perbedaan temporer;

(b) kemungkinkan besar perbedaan temporer tidak akan

terpulihkan di masa depan yang dapat diperkirakan.

Entitas harus mengakui aset pajak tangguhan untuk semua perbedaan temporer dapat dikurangkan yang ditimbulkan dari entitas anak, cabang dan entitas asosiasi, serta bagian partisipasi dalam ventura bersama sepanjang dan hanya sepanjang kemungkinan besar terjadi:

  • perbedaan temporer akan terpulihkan pada masa depan yang dapat diperkirakan; dan

(b) laba kena pajak akan tersedia dalam jumlah yang memadai

sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan.

  • PENGUKURAN

 

                Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode kini dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diharapkan untuk dibayar (direstitusi) kepada otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada periode pelaporan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan harus diukur dengan menggunakan tarif pajak yang akan berlaku pada saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, yaitu dengan

tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada periode pelaporan.

Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan harus mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara yang diharapkan entitas, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitas.Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak boleh didiskontokan.

Jumlah tercatat aset pajak tangguhan harus ditinjau kembali pada akhir periode pelaporan. Entitas mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang cukup memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Pengurangan jumlah tercatat aset pajak tangguhan dilakukan pembalikan apabila kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya cukup memadai.

  • PENGAKUAN PAJAK KINI DAN PAJAK TANGGUHAN

Pos-pos yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban pada laporan laba rugi untuk periode, kecuali apabila pajak penghasilan yang berasal dari:

(a) suatu transaksi atau kejadian yang diakui, pada periode yang sama atau berbeda, di luar laporan laba rugi baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung dalam ekuitas.

(b) kombinasi bisnis

Pos-pos yang Diakui di Luar Laporan Laba rugi

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui di luar laporan laba rugi apabila pajak terkait pada pos-pos tersebut pada periode yang sama atau berbeda, diakui di luar laporan laba rugi. Oleh karena itu, pada periode yang sama atau berbeda, pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan pos-pos yang diakui:

(a) dalam pendapatan komprehensif lain, harus diakui pada

pendapatan komprehensif lain

(b) langsung ke ekuitas, harus diakui langsung pada ekuitas

Pajak Tangguhan yang Berasal dari Kombinasi Bisnis

Perbedaan temporer mungkin timbul dari kombinasi bisnis. Sesuai PSAK 22 (revisi 2010): Kombinasi Bisnis, entitas mengakui setiap aset pajak tangguhan atau liabilitas pajak tangguhan sebagai aset      dan liabilitas teridentifikasi     pada tanggal akuisisi. Oleh karena itu, aset dan liabilitas pajak tangguhan tersebut mempengaruhi jumlah goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon yang diakui entitas. entitas tidak mengakui liabilitas pajak tangguhan yang ditimbulkan dari pengakuan awal goodwill.

Sebagai akibat dari kombinasi bisnis, kemungkinan realisasi suatu aset pajak tangguhan praakuisisi milik pihak pengakuisisi dapat berubah. Pihak pengakuisisi dapat mempertimbangkan kemungkinan pemulihan aset pajak tangguhannya sendiri yang tidak diakui sebelum kombinasi bisnis. Misalnya, pihak pengakuisisi dapat menggunakan manfaat rugi pajak belum dikompensasi terhadap laba kena pajak masa depan.

Pajak Kini dan Pajak Tangguhan yang Berasal dari Transaksi Pembayaran Berbasis Saham

Dalam hal entitas menerima pengurangan pajak (misalnya jumlah yang dapat dikurangkan dalam penghitungan laba kena pajak) terkait dengan remunerasi yang dibayarkan dengan saham, opsi saham atau instrumen ekuitas lain, maka jumlah pengurangan pajak tersebut dapat berbeda dari beban remunerasi kumulatif terkait dan mungkin muncul pada periode akuntansi selanjutnya. Misalnya, dalam hal entitas mengakui beban atas pemakaian jasa pekerja yang diterima

  • PENYAJIAN

 

Saling Hapus

Entitas melakuan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika, entitas:

(a) memiliki hak secara hukum untuk melakukan saling

hapus jumlah yang diakui; dan

(b) berniat untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau

merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara

bersamaan.

 

 

 

 

 

Entitas melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika:

(a) entitas memiliki hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan

(b) aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan atas

  • Entitas kena pajak yang sama
  • entitas kena pajak berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan diselesaikan atau dipulihkan

Beban Pajak

  • Beban Pajak Terkait dengan Laba Rugi dari Aktivitas Normal

Beban (penghasilan) pajak terkait dengan laba rugi dari aktifitas normal disajikan tersendiri pada laporan laba rugi komprehensif.Jika entitas menyajikan komponen laba rugi pada laporan laporan laba rugi secara terpisah seperti dijelaskan dalam PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan paragraf 81, maka beban (penghasilan) pajak terkait dengan laba rugi dari aktivitas normal pada laporan keuangan disajikan terpisah.

  • Selisih Kurs dari Penjabaran Aset atau Liabilitas Pajak Tangguhan yang Berasal dari Luar negeri

Walaupun PSAK 10 (revisi 2010): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing mensyaratkan selisih kurs (exchange difference) tertentu diakui sebagai pendapatan atau beban,    namun Pernyataan tersebut tidak mengatur spesifik          apakah selisih kurs harus disajikan pada laporan laba rugi komprehensif. Oleh karena itu, selisih kurs dari penjabaran aset atau liabilitas pajak tangguhan yang berasal dari penjabaran laporan keuangan entitas asing boleh dikelompokkan ke beban (penghasilan) pajak tangguhan, jika penyajian seperti itu dianggap paling bermanfaat untuk pengguna laporan keuangan.

  • PENGUNGKAPAN

Komponen utama beban (penghasilan) pajak diungkapkan secara terpisah.Komponen beban (penghasilan) pajak meliputi :

  • Beban ( Penghasilan ) Pajak kini
  • penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini yang berasal dari periode sebelumnya
  • jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan baik yang berasal dari timbulnya perbedaan temporer maupun dari realisasinya
  • jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru
  • jumlah manfaat yang ditimbulkan dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya, kredit pajak atau perbedaan temporer periode sebelumnya yang digunakan untuk mengurangi beban pajak kini
  • jumlah manfaat dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya, kredit pajak, atau perbedaan temporer periode sebelumnya yang digunakan untuk mengurangi beban pajak tangguhan
  • beban pajak tangguhan ditimbulkan dari penurunan (write-down), atau penyesuaian kembali penurunan terdahulu atas aset pajak tangguhan
  • jumlah beban (penghasilan) yang berhubungan dengan perubahan kebijakan akuntansi dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi sesuai dengan PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan, dikarenakan tidak dapat dicatat secara retrospektif.

Berikut ini merupakan hal-hal yang juga diungkapkan

secara terpisah:

  • agregat pajak kini dan pajak tangguhan berkaitan dengan transaksi-transaksi yang langsung dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas
  • jumlah pajak penghasilan berkaitan dengan setiap komponen pendapatan komprehensif lain (lihat paragraf 64 dan PSAK 1(revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan);
  • penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dengan laba akuntansi satu sama lain atau kedua bentuk berikut ini:
  • rekonsiliasi angka antara beban (penghasilan) pajak dengan hasil perkalian laba akuntansi dan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar penghitungan tarif pajak yang berlaku; atau
  • rekonsiliasi angka antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar penghitungan tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya
  • penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya;
  • jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan yang tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan pada laporan keuangan;
  • jumlah agregat perbedaan temporer yang dihubungkan dengan investasi pada entitas anak, cabang dan perusahaan asosiasi dan bagian partisipasi dalam ventura bersama atas liabilitas pajak tangguhan yang belum diakui
  • berkenaan dengan setiap tipe perbedaan temporer, dan berkenaan dengan setiap tipe rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan:
  • jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan posisi keuangan selama periode penyajian;
  • jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui pada laba rugi, apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset atau liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan posisi keuangan
  • berkenaan dengan operasi yang dihentikan, beban pajak terkait pada:
  • keuntungan atau kerugian atas penghentian operasi
  • laba atau rugi dari aktivitas normal atas operasi yang dihentikan untuk periode, bersamaan dengan jumlah periode akuntansi sebelumnya yang disajikan pada laporan keuangan;
  • jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen pada pemegang saham entitas yang diusulkan atau diumumkan sebelum laporan keuangan diotorisasi untuk diterbitkan tapi tidak diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan;
  • jika suatu kombinasi bisnis di mana entitas adalah pihak pengakuisisi yang menyebabkan perubahan pada jumlah diakui untuk aset pajak tangguhan pra akuisisi jumlah perubahan tersebut
  • jika manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis tidak diakui pada tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal akuisisi uraian kejadian atau perubahaan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan harus diakui.

Entitas mengungkapkan jumlah aset pajak tangguhan dan sifat bukti yang mendukung pengakuannya, jika:

  • penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada apakah laba kena pajak yang dapat dihasilkan pada periode mendatang melebihi laba dari realisasi perbedaan temporer kena pajak yang telah ada; dan
  • entitas telah mengalami kerugian pada periode kini atau periode sebelumnya dimana aset pajak tangguhan terkait.

Dalam keadaan yang seperti dijelaskan pada paragraf entitas harus mengungkapkan sifat konsekuensi pajak penghasilan potensial yang ditimbulkan dari pembayaran dividen pada pemegang sahamnya. Disamping itu, entitas mengungkapkan jumlah konsekuensi pajak penghasilan potensial yang secara praktis dapat ditentukan dan apakah ada konsekuensi pajak penghasilan lainnya yang tidak dapat ditentukan secara praktis

  • PAJAK PENGHASILAN FINAL

Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda dari dasar pengenaan pajaknya maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.

Atas penghasilan yang telah dikenakan PPh final, beban pajak diakui proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode berjalan.

Selisih antara jumlah PPh final yang terutang dengan jumlah yang dibebankan sebagai pajak kini pada perhitungan laba rugi diakui sebagai Pajak Dibayar Dimuka dan Pajak yang Masih Harus Dibayar.

Akun Pajak penghasilan final dibayar dimuka harus disajikan terpisah dari pajak penghasilan final yang masih harus dibayar

  • PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK HAL-HAL KHUSUS

Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (SKP) harus dibebankan sebagai pendapatan atau beban lain-lain pada Laporan Laba Rugi periode berjalan, kecuali apabila diajukan keberatan dan atau banding. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset. Apabila terdapat kesalahan maka perlakuan akuntansinya mengacu pada PSAK 25 (revisi 2010): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s